PERMOHONAN AMPUN – MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE-04

“Permohonan ampun yang  sesungguhnya adalah permohonan yang disertai dengan kesadaran akan kesalahan dan penyesalan serta rasa takut akan murka Allah. Tanpa itu semua adalah kesalahan dalam memohon  yang perlu disadari dan disesali.”

DOSA – MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE-03

“Alangkah banyaknya dosa yang kita lakukan bersama hembusan nafas kita. Sudahkah kita sadari bahwasanya itu adalah dosa? Di saat kita menyadarinya, sudahkah kita bergegas  memohon ampun kepada Allah dengan penuh penyesalan dan dibarengi dengan tetesan air mata kerinduan akan pengampunan-Nya?”

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 82

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 82

“Allah Yang Maha Kasih akan selalu memberikan kepada setiap hamba-Nya jalan menuju kebaikan dan pintu Hanya kadang seorang hamba tidak menyadarinya sehingga ia tinggalkan jalan tersebut dan ia biarkan pintu terbuka tanpa ia masuki.”

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE-81

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE-81
“Ribuan kilo jarak yang kita tempuh dimulai dari selangkah yang pasti dan seseorang tidak akan sampai puncak kecuali telah dengan pasti menginjak kaki gunung. Untuk sampai kepada Allah harus kita mulai dengan kebaikan-kebaikan yang bisa kita lakukan sekecil apa pun, dengan pasti dan tanpa henti.”

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE-80

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE-80
“Salah satu hal yang membuat anak menjadi lemah jiwa dan karakter sehingga kehilangan kepercayaan diri adalah perilaku orang tua yang biasa membandingkannya dengan saudaranya atau orang lain. Akan tetapi, bangun jiwa dan karakternya dengan meyakinkannya bahwa Allah sudah memberi kelebihan pada setiap orang yang tidak dimiliki orang lain.”

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE – 79

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE – 79

“Adakala hidayah itu Allah berikan begitu saja kepada hamba-Nya. Namun, kadang hidayah Allah berikan setelah kita berusaha. Maka, jangan hanya menanti hidayah. Akan tetapi, jemputlah dengan permohonan serta usaha tanpa henti. Karena kita tidak tahu melalui cara mana Allah memberikan hidayah kepada kita.”

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE – 78

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE – 78

“Ketika Allah mengambil sesuatu dari hamba-Nya, bukan berarti Allah membutuhkan. Akan tetapi, karena Allah ingin menggantinya dengan yang lebih di suatu saat nanti. Entah esok, lusa, atau di akhirat. Maka, tabahlah dengan ujian Allah, jangan berprasangka buruk.”