Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 52

“Saat dirimu malas menyebut namaNya, sadarilah bahwa saat itu Allah SWT berpaling darimu. Saat engkau malas bershalawat kepada Nabi SAW, sadarilah bahwa saat itu Allah SWT menjauhkan dirimu dari Hamba TerkasihNya.”

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 52

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 51

“Keberhasilanmu dalam memerangi hawa nafsu dan kesombonganmu adalah disaat dirimu lebih rindu untuk mengetahui kekuranganmu daripada kelebihanmu dan lebih senang saat dirimu ditegur daripada saat disanjung.”

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 49

Agar hatimu selalu tentram dan rela dalam menerima cobaan dan ujian dari Allah, ingat disana ada orang yang merindukan keadaan seperti dirimu karena begitu berat cobaan dan ujian mereka dibanding dengan yang engkau terima.

Jika engkau sakit, disana ada orang sakit yang lebih parah dari dirimu. Jika engkau faqir, disana ada orang lebih faqir dari dirimu.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 49

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 48


Saat Engkau penuhi pandanganmu dengan kekurangan saudaramu, maka matamu pun tidak akan bisa melihat kebaikannya. Disaat Engkau tidak bisa melihat kebaikan seseorang Engkau pun tidak bisa bersyukur kepadanya. Saat engkau tidak bersyukur kepadanya, engkaupun telah tidak bersyukur kepada Allah.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke-47

“Jika Engkau tidak tulus kepada Allah dan saudaramu, maka engkau telah berkhianat. Ketulusanmu kepada Allah adalah saat engkau bisa menyembunyikan kebaikanmu dari mata manusia. Ketulusanmu kepada saudaramu adalah saat Engkau bisa menyembunyikan kekurangannya dari mata manusia”.

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke-47

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 46

“Seseorang bisa bersalah dan akan berakhir dengan bertaubat.

Akan tetapi, bencana yang amat besar adalah jika seseorang bersalah, namun tidak segera sadar kalau ia bersalah.

Lebih celaka lagi adalah saat ia sadar, akan tetapi tetap terus dengan kesalahannya”,

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 46

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 45

“Ada saat engkau tersungkur. Itu karena engkau ingin bangkit.

Terus bangkit dan maju dan jangan takut tersungkur.

Karena engkau tidak pernah bercita-cita untuk runtuh dan tertinggal.”

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 45