Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 2

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 2

“Sungguh dusta orang yang menjalin persahabatan, akan tetapi mereka tidak saling mendo’akan disaat berpisah. Tanda ketulusan dalam persahabatan adalah saling berdo’a saat tidak saling bertemu. Begitu mudahnya berdo’a saat bertemu, akan tetapi tidak mudah berdo’a disaat saling berpisah, kecuali bagi yang tulus. Itulah cinta karena Allah.”

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 2

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 1

Mutiara Hikmah Buya Yahya ke 1

“Menata hati agar senantiasa sadar akan kekurangan dirinya akan meredam luapan semangat untuk memperhatikan cela orang lain dengan mata meremehkan. Hal itu akan menjadikan dirinya amat berhati-hati dalam melihat cela orang lain. Sebab semua kesalahan yang terjadi pada orang lain bisa saja terjadi pada dirinya sendiri.”

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 1

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 43

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 43

“Kita perlu kesadaran! Sadar kemana tujuan kita, sadar bagaimana agar sampai tujuan, sadar kendala yang menghambat untuk sampai tujuan. Sadar tempat yang dituju namun tidak mengerti bagaimana menuju akan sulit sampai tujuan. Sadar tujuan dan mengerti bagaimana cara menuju, akan tetapi tidak sadar kendala dan penghambatnya bisa terhenti dan tidak sampai tujuan. Jika engkau menuju ridho Allah, sudahkah engkau pahami jalan serta cara menempuhnya? Sudahkan engkau kenali hambatannya?”

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 43

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 44

“Jika engkau haus, pergi dan ambilah seteguk air lalu minum. Sungguh mengherankan orang haus tidak mau mencari air. Lebih mengherankan lagi sudah ada air dihadapannya namun tidak meminumnya. Jika engkau orang beriman, apa yang engkau rindukan dan sejauh mana usahamu untuk menggapai kerinduanmu?”

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 44

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 46

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 46

“Seseorang bisa bersalah dan akan berakhir dengan bertaubat. Akan tetapi, bencana yang amat besar adalah jika seseorang bersalah namun tidak segera sadar kalau ia bersalah. Lebih celaka lagi adalah saat ia sadar, akan tetapi tetap terus dengan kesalahannya.”

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 46

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 47

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 47

“Jika engkau tidak tulus kepada Allah dan saudaramu, maka engkau telah berkhianat. Ketulusanmu kepada Allah adalah saat engkau bisa menyembunyikan kebaikanmu dari mata manusia. Ketulusanmu kepada saudaramu adalah saat engkau bisa menyembunyikan kekurangannya dari mata manusia.“

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 47

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 48

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 48

“Saat engkau penuhi pandanganmu dengan kekurangan saudaramu, maka matamu pun tidak akan bisa melihat kebaikannya. Disaat engkau tidak bisa melihat kebaikan seseorang, engkau pun tidak bisa bersyukur kepadanya. Saat engkau tidak bersyukur kepadanya, engkau pun telah tidak bersyukur kepada Allah.”

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 48

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 49

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 49

“Agar hatimu selalu tenteram dan rela dalam menerima cobaan dan ujian dari Allah, ingat disana ada orang yang merindukan keadaan seperti dirimu karena begitu berat cobaan dan ujian mereka dibanding dengan yang engkau terima. Jika engkau sakit, disana ada orang sakit yang lebih parah dari dirimu. Jika engkau faqir disana ada orang lebih faqir dari dirimu.”

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 49