Berdo’a Untuk Keteguhan Hati | Oleh : Administrator Kunci sukses ada di dalam hati. Sukses di dunia dan di akhirat. Hati adalah sumber akhlaq, tingkah laku, cara berpikir, perasaan, dan tentu saja tempat iman dan taqwa. Dalam meraih sukses, maka langkah pertamanya ialah memperbaiki hati dan teguh dalam kondisi hati yang baik. Memang tidak mudah menjaga keteguhan hati. Dan, salah satu cara untuk menjaganya ialah dengan memohon kepada Sang Pemilik hati kita. Bahkan Rasulullah saw pun, selalu berdo’a agar hati beliau tetap teguh. Dalam hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Abu Syaibah, Aisya ra., berkata, “Nabi SAW sering berdoa dengan mengatakan, ‘Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk selalu taat kepada-Mu.’ Aku pernah bertanya, ‘Ya Rasulullah, kenapa Anda sering berdoa dengan menggunakan doa seperti itu? Apakah Anda sedang marasa ketakutan?’ Beliau menjawab, ‘Tidak ada yang membuatku merasa aman, hai Aisyah. Hati seluruh hamba ini berada di antara dua jari Allah Yang Maha Memaksa. Jika mau membalikkan hati seorang hamba-Nya, Allah tinggal membalikkannya begitu saja.’” Inilah kunci sukses. Saat hati kita sedang semangat, maka mintalah kepada Allah untuk meneguhkan hati kita agar tetap semangat. Semangat akan menghasilkan tindakan luar biasa dan tindakan luar biasa akan menghasilkan sukses luar biasa. Semua berawal dari hati, dan Allah yang membolak-balikkan hati kita, maka berdo’alah. Jangan terjebak sama orang-orang yang mendewakan tindakan. Mungkin kita pernah atau sering mendengar bahwa do’a harus diiringi dengan tindakan atau usaha. Bukan berdo’a saja. Seolah do’a tidak akan ada hasilnya tanpa tindakan. Bukan seperti itu pengertiannya. Kata siapa Allah membutuhkan tindakan kita? Tidak, Allah berkuasa untuk mengabulkan do’a kita tanpa tindakan kita. Tindakan kita hanyalah salah satu dari cara Allah mengabulkan do’a kita. Berdo’alah, maka tindakan akan mengikuti jika itu kehendak Allah. Hati kita akan bersemangat mengambil tindakan, bukan sembarang tindakan tetapi tindakan yang akan membawa kita kepada keberhasilan. |
|
Selanjutnya...
|
|
| Baru-baru ini, Halley Lamberson, 17, dan Monica Reed, 16, juniornya di San Francisco University High School, membuat perjanjian: hanya login ke Facebook pada hari Sabtu. Selain Sabtu, mereka memasang status: "Saya tidak bisa diganggu." "Kami menghabiskan terlalu banyak waktu, terobsesi oleh Facebook, dan akan lebih baik jika kami istirahat dari itu," kata Halley. Facebook, situs jejaring yang populer, memiliki 350 juta anggota di seluruh dunia yang, secara kolektif menghabiskan waktu 10 miliar menit di sana setiap hari, check-in dengan teman-teman, menulis di dinding elektronik orang, mengklik foto orang lain dan itulah jalan arus dunia sosial mereka. Di Amerika (atau mungkin juga Indonesia dan negara-negara lainnya), banyak orang yang kecanduan Facebook. Facebook tidak akan mengungkapkan berapa banyak pengguna layanan dinonaktifkan, tetapi Kimberly Young, psikolog dan direktur Center for Internet Addiction Recovery di Bradford, Pa, mengatakan ia telah berbicara dengan puluhan remaja yang kecanduan Facebook dan ingin berhenti darinya. "Rasanya (kecanduan Facebook) seperti kecanduan lainnya," kata Dr Young. "Sulit untuk menyapih diri sendiri." Dr Young berkata ia mengagumi remaja yang punya strategi mereka sendiri untuk menghentikan Facebook mereka. "Banyak dari mereka yang menemukan keseimbangan mereka sendiri," katanya. "Ini seperti gangguan makan. Anda tidak dapat menghilangkan makanan. Anda hanya perlu membuat pilihan yang lebih baik tentang apa yang Anda makan. Dan apa yang Anda lakukan secara online. " Michael Diamonti, kepala sekolah di San Fransisco University High School, sedang memikirkan apa peran sekolah seharusnya, karena kebanyakan siswa menggunakan Facebook di rumah, dan penggunaan yang berlebihan sangat mempengaruhi nilai-nilai mereka. Pada bulan Oktober 2009, anggota Facebook mencapai 54,7 persen orang di Amerika Serikat usia 12-17, naik dari 28,3 persen, menurut Nielsen Company, perusahaan riset pasar. Banyak sekolah menengah senior yang sadar bahwa dengan sangat sadar siswanya menghabiskan berjam-jam setelah untuk mengklik Facebook. |
|
Selanjutnya...
|
Ceramah Terbaru Buya Yahya | | 1 | Allah selalu menyaksikan perbuatan kita.mp3 | Download | | 2 | Hakikat Haji | Download | | 3 | Bagaimana Menyikapi Bencana | Download | | 4 | Ujub ketika beramal | Download | | 5 | Tentang Identitas | Download | | 6 | Perlunya kita mengukuhkan keimanan dengan ilmu | Download | | 7 | Pentingnya menjaga Aqidah | Download | | 8 | Menggapai ketaqwaan di bulan Muharam | Download | | 9 | Hakikat Ruh | Download | | 10 | Bagaimana Menjadi Ahli Ibadah | Download | |
Bismillaahirrohmaanirrohiim... | Assalamu’alaikum warohmatullallhi wabarokaatuh, |
 Segala puji dan kemulyaan hanya milik Allah SWT,Sholawat serta salam semoga tetap terlimpah kepada Rasullullah SAW berserta sahabat dan keluarganya. Sebaik-baik hamba Allah SWT adalah hamba yang bermanfaat untuk hamba yang lainnya. Dan tidak ada kemanfaatan yang lebih berarti melebihi dari mengajak hamba Allah SWT untuk mendapatkan ridho-Nya kelak di akhirat. Bersama media ini kami mengajak dan menghimbau kepada semua yang rindu kepada kemulyaan dan kejayaan dihadapan Allah SWT, untuk bisa bersama-sama menjadi satu rombongan yang berbondong-bondong membawa kebaikan menuju keridhoan Allah SWT.
Media yang ada dihadapan kita, adalah karunia dari Allah SWT yang bisa digunakan untuk mencari murka Allah SWT begitu juga bisa digunakan untuk senantiasa mencari rahmat dan ridho Allah SWT. Semoga sesaat yang anda sisihkan bersama kami, adalah sebagai upaya mensyukuri nikmat media ini dengan kita gunakan untuk kebaikan dalam menggapai makna yang akan kita petik buahnya kelah di akhirat. Dan semoga berkat anda yang telah tulus mengunjungi kami, kami akan terbawa dalam kemulyaan yang anda peroleh dalam ridho Allah SWT.
Kami mohon kepada Allah SWT agar media ini bisa menjadi media silaturahmi sambung hati dalam irama mencintai Allah SWT dan Rasullullah SAW di dunia hingga kelak kita dikumpulkan bersama manusia termulya Rasullullah SAW di dalam surga di bawah naungan ridho Allah SWT.
Aamiin ya Robbal’alamiin. |
|
New Artikel
|
|
Ditulis oleh Buya Yahya
|
| Oleh Buya Yahya Semarak hari raya idul fitri kita saksikan. Tradisi mudik, saling berziarah dan halal bihalal mewarnai suasana idul fitri di negri tercinta ini, tentu menelan biaya yang amat besar. Ada yang mereka cari, akan tetapi tidak semua dari mereka menemukan apa yang mereka cari. Ada yang mereka rindukan, akan tetapi tidak semua dari mereka menemukan yang mereka rindukan. Mereka mencari cinta disla-sela kesibukannya. Mereka merindukan cinta ditengah-tengah kekerasan dan kebejatan sebagian bangsa manusia. Mereka tidak butuh gebyar lahir, marak hari raya dan bebagai tradisi yang yang tidak menghadirkan makna cinta. Ada yang perlu dicermati apa yang menjadikan cinta tidak kunjung terwujud dalam kebersamaan bangsa ini, kendati aktivitas lahir penyambung hati sudah dilaksanakan. Cinta tersembunyi dibalik tabir kedengkian, kesombongan, dan kerakusan yang tak terkendalikan, maka sesemarak apapun gebyar silaturahmi lahir kita adakan, jika tabir-tabir tersebut tidak disingkap dan disingkirkan sungguh sinar cinta tidak kunjung memancar di hati kita. Silaturahmi adalah kalimat yang sering kita dengar, khususnya adalah disaat kita memasuki bulan fitri, dihari raya idul fitri. Sehingga apa yang kita dengar dengan arus mudik, berbondong-bondongnya orang pindah dari satu tempat ketempat lain, berziarah kesana-kemari adalah dalam irama mewujudkan makna silaturahmi ini. Akan tetapi amal perbuatan seperti apapun besarnya, jika tidak dibarengi dengan renungan dan niat yang baik, maka semuanya akan sia-sia. Untuk melengkapi apa yang pernah kita lakukan dari tradisi yang mulia ini, yaitu silaturahmi, maka perlu dikukuhkan makna bahwa silaturahmi itu adalah menghadirkan makna kerinduan saling cinta diantara sesama manusia, yang tidak cukup hanya dengan sekedar basa-basi. Akan tetapi jika silaturahmi kita ini hanya terbatas kepada basa-basi dhahir, hanya saling mengunjungi dan lain sebagainya, maka sesungguhnya belumlah ia sampai kepada silaturahmi yang sesungguhnya. Dan silaturahmi itu adalah hal yang mendekatkan hati seseorang kepada orang lain, mendekatkan antara orang yang saling bermusuhan menjadi orang yang saling mencintai, orang yang dendam menjadi orang yang saling merelakan, dengan silaturahmi! Dan dengan silaturahmi itu banyak hal yang harus dihadirkan, yaitu berangkat dari tidak cinta menjadi harus saling mencintai, maka silaturahmi yang benar adalah jika memang telah menumbuhkan rasa cinta diantara sesama. Sehingga hal yang demikian itu tidak cukup hanya dengan basa-basi harus dibarengi dengan renungan yang sesungguhnya. Pertemuan itu bukan jaminan bersambungnya hati akan tetapi ternyata silaturahmi yang sesungguhnya adalah seperti yang pernah disabdakan oleh Nabi Rasulullah SAW, bahwasanya agar mendapatkan derajat yang besar di hadapan Allah SWT, seperti yang disabdakan Nabi… Bahwasanya Nabi Muhammad bersabda, "Demi Allah kau tidak akan masuk surga kecuali engkau sudah beriman dan tidak akan iman sesungguhnya diantara kamu sehingga kamu itu saling mencintai." Dan saling mencintai itulah yang mengantarkan keindahan dihadapan Allah SWT, bukan ziarahnya saja, akan tetapi ziarah sarana prasarana menuju cinta. Yang sering ziarah kesana kemari jika tidak menghadirkan makna cinta adalah omong kosong, maka yang harus kita tekankan saat ini adalah ziarah yang kita lakukan secara dhahir harus ada buahnya, yaitu cinta. Dan cinta ini mempunyai tanda, diantaranya kita berjuang untuk teman kita, kita rela memaafkan kesalahannya. Ini adalah makna yang hadir setelah ada makna cinta di dalam hati. Betapa pentingnya rasa kecintaan itu sehingga Allah SWT menciptakan kecintaan diantara kita. Sungguh dua orang sahabat saling berziarah, dua-duanya adalah orang yang berhianat jika ternyata tidak ada cinta di dalam hatinya. Dan untuk menumbuhkan rasa cinta ini adalah disamping kita berziarah secara dhahir, maka mari kita berziarah secara bathin. Ini yang sering dilupakan. Ziarah secara bathin ini lebih penting daripada ziarah secara dhahir. Ziarah secara bathin ini adalah saling mendoakan, mendo'akan kepada sesama kita di saat sesama kita itu tidak ada dihadapan kita. Mendo'akan kepada sesama kita dengan do'a-do'a yang baik biarpun saudara memusuhi kita, justru hakikat silaturahmi itu adalah disaat kita menyambung tali persaudaraan yang diputus oleh saudara kita. Seperti yang disabdakan Nabi, "Bukanlah menyambung persaudaraan itu adalah membalas kebaikan seseorang, akan tetapi yang dimaksud menyambung silaturahmi itu adalah jika hubungannya diputus ia memulai, jika dia didhalimi dia yang sabar memohon maaf, dia dianiaya dia yang datang duluan." Ini adalah makna silaturahmi, maka dari itu marilah kita hadirkan makna do'a, do'a yang sesungguhnya dengan tulus kepada Allah SWT, kepada orang yang kita cintai dan orang yang membenci sekalipun, orang yang mendengki sekalipun kita do'akan! Dengan do'a-do'a yang baik, dengan harapan bersih hati kita dan memang tujuan silaturahmi itu baru akan terwujud secara benar jika dihati kita sudah tidak ada dendam dan tidak ada dengki kepada orang tersebut. Biarpun kita ziarah seribukali dalam sehari akan tetapi jika dihati kita ada dengki tidaklah ada manfaatnya.Wallahu a'lam bissawab. | |
|
|
|
|
| |