Warning: Undefined array key "WP_Widget_Recent_Comments" in /home/yogaforb/buyayahya.org/wp-content/themes/landingpress-wp/inc/frontend.php on line 831
Mafahim AlBahjah – Laman 63 – Buya Yahya
AGAR SELALU DICINTAI SUAMI

AGAR SELALU DICINTAI SUAMI

AGAR SELALU DICINTAI SUAMI

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya Yahya yang terhormat dan semoga selalu dirahmati oleh Allah SWT, saya ingin bertanya kepada Buya. Bagaimanakah agar selalu dicintai oleh suami, sehingga suami kita tidak berpaling kepada orang lain dan selalu cinta kepada saya? Demikian pertanyaan saya semoga dapat dibantu, terimakasih.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Pertama dan yang paling utama harus anda sadari adalah cintailah suamimu karena Allah. Kemudian anda harus juga sadari bahwa cinta itu tentu ada sebab-sebabnya dan sebab cinta adalah nilai kebaikan baik lahir atau bathin. Kalau anda ingin dicintai oleh suami, tentu anda harus membuat sebab-sebab tersebut.

Mungkin secara fisik kecantikan anda tidak bisa dirubah lagi, akan tetapi anda bisa dengan modal fisik yang anda miliki bisa anda sempurnakan dengan memperbaiki perawatan terhadap kadar kecantikan anda. Misalnya agar anda tidak jorok, biasakan senantiasa bersih dan lebih banyak berdandan untuk suami.

Lalu anda tambahkan kecantikan perilaku anda, mulai dari tutur kata yang anda kontrol untuk bisa menyenangkan suami dan tidak menyakitinya, berlaku yang lembut bukan seenaknya.

Anda tingkatkan pengabdian anda, perhatian dengan apa yang disenangi suami dan apa yang diperintahkannya. Cintai dan berperilakulah yang baik pada keluarga suami.

Jangan banyak menuntut karena menuntut adalah upaya menunjukan kekurangan orang yang dituntut, dan hal ini menodai cinta.

Setelah ini semua, lakukan semua yang tersebut diatas karena Allah dengan penuh keikhlasan, kemudian memohonlah kepada Allah SWT maka setelah itu Allah akan menitipkan cinta di hati suami anda untuk anda. Wallahu a’lam bish-shawab.

——————————————-
Dapatkan kumpulan tanya jawab bersama Buya Yahya dalam buku :
Buya Yahya Menjawab
Informasi : 082127812592
——————————————-
Sampaikan kepada yang lain, Rosulullah Saw bersabda yang artinya :
“Barang siapa yg menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya” (HR. Imam Muslim)

069. KENAPA SEMUA TERLIHAT JAHAT – BULETIN RISALAH – BUYA YAHYA

069. KENAPA SEMUA TERLIHAT JAHAT – BULETIN RISALAH – BUYA YAHYA

BULETIN JUM’AT MAJELIS AL-BAHJAH

Mari bergabung dalam program mulia dengan segala kemampuan kita untuk dakwah Risalah Nabi yang mulia!

DOWNLOAD -> PRINT -> PERBANYAK / CETAK -> SEBARKAN SELUAS-LUASNYA

[gview file=”http://buyayahya.org/wp-content/uploads/2018/11/069.-KENAPA-SEMUA-TERLIHAT-JAHAT-BULETIN-RISALAH-BUYA-YAHYA-1.pdf”]

MENYIKAPI ORANG-ORANG YANG SUKA MEMBID’AHKAN

MENYIKAPI ORANG-ORANG YANG SUKA MEMBID’AHKAN

MENYIKAPI ORANG-ORANG YANG SUKA MEMBID’AHKAN

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa yang harus kita lakukan jika ada orang yang selalu membid’ahkan terhadap amalan amalan yang sering kita lakukan?

Jawaban:
Wa’alaikum Salam Wr. Wb.
Seseorang tidak boleh merasa suci dan paling baik dan benar. Sikap kita jika ada orang yang membid’ahkan kita adalah koreksi diri, karena bisa saja apa yang dikatakan orang itu benar. Akan tetapi yang harus lebih koreksi diri adalah di saat kita ingin membid’ahkan orang lain. Karena di saat kita membid’ahkan itu artinya kita merasa lebih benar dari orang lain.

Jika kita sudah koreksi diri disaat dibid’ahkan dan ternyata kita salah kita harus segera insyaf dan jika kita dalam kondisi benar berdasarkan dalil dan hujjahnya menurut para ulama, maka penilaian baru kita arahkan kepada orang yang membid’ahkan. Sudahkah dia bertanya kepada yang dibid’ahkan (tentunya kepada ulamanya orang yang dibid’ahkan)? Jika belum, maka orang yang mudah membid’ahkan itu adalah ahli fitnah sekaligus ahli bid’ah.

Ada banyak amalan yang dilakukan kaum muslimin di Indonesia oleh sekelompok kecil umat Islam dikatakan bid’ah namun mereka yang membid’ahkan tidak pernah bertanya langsung kepada yang bersangkutan, itulah ahli fitnah pemecah belah umat. Wallahu a’lam bish-shawab.

——————————————-
Dapatkan kumpulan tanya jawab bersama Buya Yahya dalam buku :
Buya Yahya Menjawab
Informasi : 082127812592
——————————————-
Sampaikan kepada yang lain, Rosulullah Saw bersabda yang artinya :
“Barang siapa yg menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya” (HR. Imam Muslim)

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 43

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 43

“Kita perlu kesadaran! Sadar kemana tujuan kita, sadar bagaimana agar sampai tujuan, sadar kendala yang menghambat untuk sampai tujuan. Sadar tempat yang dituju namun tidak mengerti bagaimana menuju akan sulit sampai tujuan. Sadar tujuan dan mengerti bagaimana cara menuju, akan tetapi tidak sadar kendala dan penghambatnya bisa terhenti dan tidak sampai tujuan. Jika engkau menuju ridho Allah, sudahkah engkau pahami jalan serta cara menempuhnya? Sudahkan engkau kenali hambatannya?”

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 43

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 44

“Jika engkau haus, pergi dan ambilah seteguk air lalu minum. Sungguh mengherankan orang haus tidak mau mencari air. Lebih mengherankan lagi sudah ada air dihadapannya namun tidak meminumnya. Jika engkau orang beriman, apa yang engkau rindukan dan sejauh mana usahamu untuk menggapai kerinduanmu?”

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 44

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 46

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 46

“Seseorang bisa bersalah dan akan berakhir dengan bertaubat. Akan tetapi, bencana yang amat besar adalah jika seseorang bersalah namun tidak segera sadar kalau ia bersalah. Lebih celaka lagi adalah saat ia sadar, akan tetapi tetap terus dengan kesalahannya.”

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 46

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 47

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 47

“Jika engkau tidak tulus kepada Allah dan saudaramu, maka engkau telah berkhianat. Ketulusanmu kepada Allah adalah saat engkau bisa menyembunyikan kebaikanmu dari mata manusia. Ketulusanmu kepada saudaramu adalah saat engkau bisa menyembunyikan kekurangannya dari mata manusia.“

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 47

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 48

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 48

“Saat engkau penuhi pandanganmu dengan kekurangan saudaramu, maka matamu pun tidak akan bisa melihat kebaikannya. Disaat engkau tidak bisa melihat kebaikan seseorang, engkau pun tidak bisa bersyukur kepadanya. Saat engkau tidak bersyukur kepadanya, engkau pun telah tidak bersyukur kepada Allah.”

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 48

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 49

Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 49

“Agar hatimu selalu tenteram dan rela dalam menerima cobaan dan ujian dari Allah, ingat disana ada orang yang merindukan keadaan seperti dirimu karena begitu berat cobaan dan ujian mereka dibanding dengan yang engkau terima. Jika engkau sakit, disana ada orang sakit yang lebih parah dari dirimu. Jika engkau faqir disana ada orang lebih faqir dari dirimu.”

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 49