Warning: Undefined array key "WP_Widget_Recent_Comments" in /home/yogaforb/buyayahya.org/wp-content/themes/landingpress-wp/inc/frontend.php on line 831
Mafahim AlBahjah – Laman 24 – Buya Yahya

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE – 79

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE – 79

“Adakala hidayah itu Allah berikan begitu saja kepada hamba-Nya. Namun, kadang hidayah Allah berikan setelah kita berusaha. Maka, jangan hanya menanti hidayah. Akan tetapi, jemputlah dengan permohonan serta usaha tanpa henti. Karena kita tidak tahu melalui cara mana Allah memberikan hidayah kepada kita.”

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE – 78

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE – 78

“Ketika Allah mengambil sesuatu dari hamba-Nya, bukan berarti Allah membutuhkan. Akan tetapi, karena Allah ingin menggantinya dengan yang lebih di suatu saat nanti. Entah esok, lusa, atau di akhirat. Maka, tabahlah dengan ujian Allah, jangan berprasangka buruk.”

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE – 77

“Menganggap besar dosa yang dilakukan akan menjadikan dosa itu kecil di hadapan Allah. Menyadari besar dosa yang dilakukan akan menjadikan seseorang semakin mudah untuk menyesalinya. Semakin besar penyesalan seseorang, semakin mudah untuk bertobat. Dari sinilah permohonan ampun kita akan berarti.” [ MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE – 77 ]

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE 75

“Jangan berprasangka buruk Kepada Allah SWT di saat memohon dan belum tampak terkabulkan. Mungkin Allah telah mengganti dengan hal lain yang lebih engkau perlukan atau Allah telah menyiapkan untukmu pengabulan di akhirat nanti.” [MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE 75]

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE 74

 

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE 74

“Musibah besar yang Allah timpakan kepada seorang hamba adalah di saat dicabutnya kerinduan dalam melakukan kebaikan lalu diganti dengan kerinduan melakukan kejelekan.”

 

MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE 72

“Bercita-citalah yang mulia, jika terwujudnya cita-cita mulia tertunda, itu bukan berarti pahala kemuliaan tersebut tertunda.”, [ MUTIARA HIKMAH BUYA YAHYA KE 72]