Warning: Undefined array key "WP_Widget_Recent_Comments" in /home/yogaforb/buyayahya.org/wp-content/themes/landingpress-wp/inc/frontend.php on line 831
Mafahim AlBahjah – Laman 57 – Buya Yahya

18 HARI LAGI, MAULID AKBAR KHUSUS MUSLIMAH “Merajut Cinta Menuju Bulan Mulia”

HADIR DAN SYIARKANLAH

Permata Rasulullah (Perkumpulan Muslimah Pecinta Rasulullah SAW) mempersembahkan :

MAULID AKBAR KHUSUS MUSLIMAH “Merajut Cinta Menuju Bulan Mulia”

Bersama :

– Al-Ustadzah Asy-Syarifah Mas’adah Al-Haddar
– Al-Ustadzah Asy-Syarifah Halimah Alaydrus
– Ummi Fairuz Ar-Rahbini
– dan Para Hubabah & Ustadzah dari berbagai daerah.

Pada,
Hari : Kamis, 8 Sya’ban 1441 H / 2 April 2020 M

Pukul : 07.00 WIB – 11.00 WIB

Tempat : LPD Al-Bahjah, Sendang, Sumber, Cirebon.

Live streaming :
– http://bit.ly/ummifairuzFB

Informasi :
– 0853 1428 1688
– 0811 2433 467

Acara ini Khusus untuk Muslimah

Tidak dipungut biaya (GRATIS)

Info / Konfirmasi ke :
0853 1122 2225

Follow Our Channel :

Youtube :
Instagram :
Telegram :
Facebook :

Podcast :
– http://bit.ly/ummifairuzAnchor
– http://bit.ly/ummifairuzSpotify
Website : www.albahjah.or.id

Sampaikan kepada yang lain, sebab Rosulullah SAW bersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.” (HR. Imam Muslim)

DO’A DARI NABI SAW AGAR TERHINDAR DARI WABAH PENYAKIT

(Virus Corona / Covid-19 atau wabah lainnya)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
لآ إِلٰـــهَ إِلَّا اللهُ، الْعَظِيْمُ الْـحـَلِيْمُ، لآ إِلٰــــهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ،وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ.

Artinya : “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Lembut Kasih Sayangnya, Tiada Tuhan selain Allah Yang memiliki ‘arsy yang agung, Tiada Tuhan selain Allah Rabb (Penguasa) seluruh langit dan bumi, dan Tuhannya `arsy yang mulia.”

اَللّٰهُمَّ إِنّـِيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجـُنُوْنِ، وَالْـجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّـئِ الْأَسْقَامِ

Artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari penyakit belang, gila dan lepra serta dari penyakit-penyakit yang buruk (membahayakan)”

Ket :
– Dibaca di dalam do`a setiap selesai shalat fardhu dan sebanyak-banyaknya dalam setiap kesempatan.
– Jangan lupa agar dapat membiasakan dengan hidup bersih serta menjaga kondisi sehat jasmani dan psikologi

22 HARI LAGI, MAULID AKBAR KHUSUS MUSLIMAH  “Merajut Cinta Menuju Bulan Mulia”

HADIR DAN SYIARKANLAH

Permata Rasulullah (Perkumpulan Muslimah Pecinta Rasulullah SAW) mempersembahkan :

MAULID AKBAR KHUSUS MUSLIMAH
“Merajut Cinta Menuju Bulan Mulia”

Bersama :

– Al-Ustadzah Asy-Syarifah Mas’adah Al-Haddar
– Al-Ustadzah Asy-Syarifah Halimah Alaydrus
– Ummi Fairuz Ar-Rahbini
– dan Para Hubabah & Ustadzah dari berbagai daerah.

Pada,
Hari : Kamis, 8 Sya’ban 1441 H / 2 April 2020 M

Pukul : 07.00 WIB – 11.00 WIB

Tempat : LPD Al-Bahjah, Sendang, Sumber, Cirebon.

Live streaming :
– http://bit.ly/ummifairuzFB

Informasi :
– 0853 1428 1688
– 0811 2433 467

Acara ini Khusus untuk Muslimah

Tidak dipungut biaya (GRATIS)

Anda bisa mensupport kegiatan dakwah ini melalui :
Bank Syari’ah Mandiri
No. Rek : 751 2222 182
Kode Bank 451
a.n AL BAHJAH EVENT

Info / Konfirmasi ke :
0853 1122 2225

Follow Our Channel :

Youtube :
Instagram :
Telegram :
Facebook :
Podcast :
– http://bit.ly/ummifairuzAnchor
– http://bit.ly/ummifairuzSpotify
Website : www.albahjah.or.id

Sampaikan kepada yang lain, sebab Rosulullah SAW bersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.” (HR. Imam Muslim)

BESOK PAGI, Program Siaran Dunia Muslimah Bersama Ummi Fairuz Ar-Rahbini

Assalamu’alaikum wr wb

Yuk Simak Program Siaran Dunia Muslimah Bersama Ummi Fairuz Ar-Rahbini

Setiap Kamis Pagi
Pukul 05.30 – 07.00 WIB
Di RadioQU 92.9 FM Cirebon /
http://www.radioqu.com

Bagi yang ingin bertanya kirimkan pertanyaan melalui SMS/WA dinomor 081321461079 atau Telephone dinomor 085284700147 selama sesi tanya jawab berlangsung

Disiarkan oleh :

Radioqu 92.9 FM Cirebon
Radioqu 104.8 FM Kuningan
Radioqu 92.4 FM Majalengka
Radioqu 104.7 FM Batam
Radioqu 1089 AM Bogor
Radioqu 88.0 FM Kubu Raya Pontianak
Radioqu 107.9 FM Tangerang
Radioqu 89,6 FM Purbalingga
Radioqu 87.6 FM Berau Kalimantan Timur
Radioqu 106.3 FM Martapura Kalimantan Selatan
Radioqu 93.6 FM Aceh Besar

Follow Our Channel :

Youtube :
Instagram :
Telegram :
Facebook :
Twitter :
Podcast :
– http://bit.ly/ummifairuzAnchor
– http://bit.ly/ummifairuzSpotify
Website : www.albahjah.or.id

Sampaikan kepada yang lain, sebab Rosulullah SAW bersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.” (HR. Imam Muslim)

CATATAN PENTING DI BALIK KISAH ISRO’ MI’ROJ

Segala puji bagi Alloh yang Maha Kuasa. Sholawat serta salam semoga tetap terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW berserta keluarga dan sahabatnya.
Di bulan Rajab banyak sekali kegiatan kaum muslimin yang sudah mengakar dari masa kemasa seperti merayakan Isro’ Mi’roj atau berpuasa di bulan Rajab.

Isro’ Mi’roj adalah kejadian yang luar biasa atau mu’jizat yang diberikan oleh Alloh kepada Nabi Muhammad SAW yang di dalamnya terdapat hikmah-hikmah serta ilmu yang amat luar biasa bagi orang yang merenunginya. Kejadian Isro’ disebutkan oleh Alloh dalam Al-Qur’an surat Al-Isro ayat 1. Adapun kejadian Mi’roj disebutkan dalam riwayat-riwayat yang shohih di antaranya riwayat yang disebutkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dalam hadits panjang yang menceritakan tentang perjalanan Nabi SAW saat isro mi’roj.

Ada beberapa hal yang harus dicermati di dalam pelajaran Isro’ Mi’roj.
Pertama; Nabi Muhammad di perjalankan oleh Alloh dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqso hingga ke atas langit ke tujuh adalah dengan badan dan ruhnya. Dan badan Nabi SAW masih tetap dalam bentuk aslinya dan tidak berubah menjadi cahaya seperti yang diceritakan oleh sebagian penulis-penulis yang kurang berakal. Sebab yang namanya Mu’jizat adalah kejadian yang luar biasa dan jika Nabi SAW berubah menjadi cahaya maka kejadian itu menjadi tidak luar biasa lagi. Maka di dalam memahami istilah ilmiah seperti ini hendaknya dikembalikan oleh Ulama terdahulu dan jangan menghayal dengan berdalih disesuaikan dengan kajian-kajian ilmiah.

Yang harus dipahami bahwa penemuan ilmiah tidak akan bertentangan dengan syari’at, kalau ada pertentangan antara kajian ilmiah dengan syariat tentu karena salahnya kajian ilmiah atau salahnya seseorang dalam memahami syari’ah. Dan perjalanan Isro’ Mi’roj Nabi tidak bertentangan dengan penemuan ilmiah karena perjalanan Nabi SAW adalah tidak bisa patuh dan tunduk kepada riset dan kajian ilmiah. Akan tetapi kejadian Isro’ Mi’roj adalah terjadi karena kuasa Alloh SWT yang menciptakan waktu dan tempat.

Kedua, perayaan Isro’ Mi’roj maknanya adalah mengagungkan dan menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW, karena perayaan Isro’ Mi’roj akan selalu mengangkat tema kisah Isro’ Mi’roj Nabi, dengan pembahasan panjang lebar dan ditekankan pada pemahaman akan kewajiban sholat, makna-makna sesuatu yang diperlihatkan oleh Alloh kepada Nabi SAW. Dan hal semacam ini tidak bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Nabi SAW. Justru hal-hal semacam inilah yang diperintahkan oleh Rasululloh SAW.

Maka sungguh aneh jika tiba-tiba ada orang yang mengatakan perayaan Isro’ Mi’roj adalah bid’ah. Bagaimana mengagungkan kejadian agung, membacakan riwayat dari Nabi SAW serta menjelaskannya agar umat semakin paham tentang Isro’ Mi’roj, hikmah Isro’ Mi’roj, ilmu Isro’ Mi’roj, pesan kesan dibalik Isro’ Mi’roj dan lain sebagainya akan dikatakan sebagai bid’ah? Dan sungguh alangkah indahnya di sebuah acara Isro’ Mi’roj tiba-tiba ada seorang anak kecil menyenandungkan syair untuk Nabi SAW kemudian diikuti dengan santunan untuk anak yatim, kemudian setelah itu berdirilah beberapa Ustadz menjelaskan dengan detail tentang sholat tentang apa yang dilihat oleh Nabi SAW dalam isro mi’roj .

Memang ada sebagian perayaan Isro’ Mi’roj yang dibarengi dengan pelanggaran syari’at, seperti berkumpulnya laki-laki dan perempuan yang saling berdesakan atau mungkin adanya tontonan yang membuka aurat. Akan tetapi orang yang berfikir dan berilmu akan tahu bahwasanya Isro’ Mi’roj bukan seperti itu. Itu adalah pelanggaran-pelanggaran dalam Isro’ Mi’roj yang harus dipangkas. Bukan Isro’ Mi’roj nya yang harus dihentikan.

Adapun hari dan tanggal terjadinya Isro dan Mi’roj memang Ulama berbeda pendapat dalam hal ini .Ada yang mengatakan tanggal 27 Rojab ada yang mengatakan selain tanggal tersebut.
Masalah hari dan tanggal tidak penting, yang jelas dan pasti bahwa Rasululloh SAW telah benar-benar isro’ mi’roj dan kita tidak merayakan hari dan tanggal akan tetapi kita merayakan kejadian dan pesan yang ada di dalam kisah isro’ mi’roj .

Ketiga; di saat Nabi Muhammad SAW dimi’rojkan oleh Alloh SWT (diangkat keatas langit ketujuh). Disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW berbicara langsung dengan Alloh SWT. Yang harus dipahami bahwa menurut jumhur ulama bahwa Nabi Muhammad SAW di saat itu tidak melihat Alloh dengan mata kepala beliau, akan tetapi beliau melihat Alloh SWT dengan mata hatinya. Dan memang benar Alloh berbicara dengan Nabi Muhammad adalah dengan hakikat berbicara yang hanya Alloh dan Rasululloh-lah yang tahu caranya. Akan tetapi yang harus kita ketahui bahwa di saat Nabi Muhammad berbicara dengan Alloh bukan berarti Nabi harus melihat dengan mata kepala beliau, ini yang harus kita yakini. Memang ada sebagian para ulama yang mengatakan Nabi Muhammad melihat dengan mata kepala beliau seperti pendapat yang di nukil dari Imam an-Nawawi, Imam Qodi’iyadh dan Imam al-Farro’. Akan tetapi para pakar aqidah Ahlisunnah waljamaah menjelaskan bahwasanya pendapat itu adalah pendapat lemah.

Keempat; Nabi Muhammad SAW berbicara dengan Alloh SWT di atas Mustawa. Mungkin ada sebagian kaum muslimin yang setelah membaca kisah Isro’ Mi’roj dan kisah Nabi SAW berbicara dengan Alloh SWT di atas Sidratul Muntaha dan di atas Mustawa lalu berangan-angan bahwa Alloh ada di atas langit sana. Maka yang harus dijelaskan bahwa atas Mustawa bukanlah tempatnya Alloh, akan tetapi tempatnya Nabi SAW. Alloh tidak butuh kepada tempat. Maka jangan dikatakan Alloh di atas, sebab atas dan bawah adalah ciptaan Alloh SWT.

Disebutkan juga di dalam Al-Qur’an, Alloh mengajak bicara Nabi Musa As , di saat Nabi Musa berada di atas bukit Tursina, maka yang harus dipahami adalah bahwa bukit Tursina adalah tempatnya Nabi Musa, bukan tempatnya Alloh. Lalu “Alloh dimana?” Jawabnya adalah karena Alloh tidak butuh tempat, maka jangan bertanya dengan pertanyaan “Alloh dimana?”. Karena Alloh tidak butuh mana-mana, Alloh tidak serupa dengan makhluknya .

Kepercayaan bahwa Alloh di atas langit adalah kesesatan dalam beraqidah. Hal-hal semacam itu harus diluruskan, bahkan ada di beberapa sekolahan yang siswa-siswi mereka, ditanya oleh gurunya dengan pertanyaan “Alloh dimana ?” Itu adalah pertanyaan fitnah yang tidak membangun aqidah. Dan itu karena mana-mana adalah ciptaan Alloh , dan Alloh tidak butuh kepada ciptaanNya.

Ada diriwayatkan dari Imam Muslim tentang pertanyaan Rasulullah kepada seorang budak, dengan pertanyaan “Alloh dimana?” dan hal itu sudah dijelaskan oleh para Ulama panjang lebar dengan mendatangkan kisah budak tersebut dari riwa yat para Imam Ahli Hadits yang lainnya, hingga tidak menyisakan keraguan apapun bahwa Alloh tetap tidak butuh tempat.

Kelima; Rosululloh SAW yang dalam keadaan hidup bertemu dengan para Nabi dan Rasul yang telah meninggal dunia dan berdialog. Itu adalah mukjizat dan yang di fahami para Ulama bahwa orang yang hidup saat ini bisa saja bertemu dengan Nabi Muhammad SAW sebagai karomah yang diberikan oleh Alloh kepada orang tersebut. Dan inilah pengalaman para kekasih Alloh yang sangat banyak jumlahnya bertemu dengan Nabi SAW setelah Nabi Muhammad wafat.
Akan tetapi ada hal yang perlu diperhatikan bahwa berdusta atas nama Rasululloh adalah dosa besar dan ancamanya adalah neraka jahanam. Orang yang mengaku bertemu Rasululloh atau bermimpi bertemu Rasululloh dengan dusta tempatnya adalah neraka jahannam.

Penjelasan tentang kemungkinan seorang sholih bertemu Rasululloh SAW jangan membuka celah pendusta dan dajjal kecil untuk mengaku bertemu Rosululloh SAW karena gila pangkat penghormatan, maqom kemulyaan didunia dan ingin dianggap sebagai waliyulloh. Itulah wali syetan yang pendusta.

Semoga Alloh mempertemukan kita dengan Rasulullah SAW di lahir dan batin kita di dunia, di alam barzah, di padang makhsyar dan di surga Alloh SWT. Wallohu A’lam bishshowab.

(Risalah Buya Yahya)

Kajian Muslimah di Bogor Dibawah Naungan Ummi Fairuz Ar-Rahbini

 

 

Assalamualaikum Wr. Wb

Hadir dan Syiarkanlah !

Teruntuk Anda kaum muslimah yang berada di Bogor – Jawa Barat dan sekitarnya, mari hadir dan syiarkan pengajian rutin Majelis Al-Bahjah Muslimah Bogor dibawah naungan Ummi Fairuz Ar-Rahbini

Hari Selasa, 15 Rajab 1441 H / 10 Maret 2020 M

Kajian Kitab Arbain Nawawi

Pukul : 13.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Majelis Al Muawanah Jl. Pancasan RT 03/07 Gg. H Zakaria Kel. Pasir Jaya Kec. Bogor Barat ( Seberang Klinik 24 Jam Pancasan )

Fiqih Praktis
Pukul : 16.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Masjid Raya Ar Rahman Jl. Bangbarung Raya – Bantarjati – Indraprasta Bogor

Follow Our Channel :

Youtube :
Instagram :
Telegram :
Facebook :
Twitter :
Podcast :
– http://bit.ly/ummifairuzAnchor
– http://bit.ly/ummifairuzSpotify

Sampaikan kepada yang lain…

Rosululloh SAW bersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.” HR. Imam Muslim

BOLEHKAH MENGIKUTI PENDAPAT 4 MADZHAB DALAM SUATU PERMASALAHAN?

Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Salam sejahtera kepada Al-Mukarom Buya Yahya, semoga Buya selalu dilindungi oleh Allah SWT, dari segala macam keburukan. Saya ingin bertanya seputar keempat mazhab yaitu Mazhab Syafi’i, Hanafi, Maliki dan Hanbali. Yang sedang saya pertanyakan adalah bolehkah kita mengikuti keempat mazhab tersebut dalam menentukan hukum dalam suatu permasalahan, sedangkan pendapat mereka terkadang ada yang berbeda?

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr. Wb.

Empat Imam madzhab adalah panutan kita dalam urusan hukum dan kita sebagai pengikut atau orang yang taqlid boleh mengikuti siapa saja dari mereka asal benar cara mengambil dan mengikutinya dan itu semua perlu ilmu.

Akan tetapi untuk memudahkan kita dalam menjelaskan hukum tentang suatu permasalahan maka caranya dengan  menekuni satu madzhab, baru akan menelaah kepada madzhab-madzhab lain jika sudah matang dalam 1  (satu) madzhab.

Belajar madzhab yang berbeda-beda amat merepotkan kita untuk menghafal dan mengingatnya. Seandainya kita melakukan shalat Dzuhur dengan  mazhab Syafi’i, Ashar dengan  mazhab Maliki, Maghrib dengan  mazhab Hanbali kemudian Isya dengan mazhab Hanafi, seperti ini sah-sah saja. Akan tetapi siapa yang bisa seperti ini? Tentu orang yang alim dengan  4 Madzhab.

Intinya, kita bisa ikut salah satu dari 4 madzhab tersebut asalkan dengan ilmu atau karena petunjuk dari guru yang mengajari kita. Kepada siapa pun kita ikut, kita tetap muqallid (orang yang bertaqlid). Hanya cara bertaqlid saja yang harus kita perhatikan, yaitu tatakrama dengan  cara mengikuti pembimbing dan guru.  Wallahu alam bish-shawab.

 

HUKUM BEKERJA DENGAN ORANG-ORANG SYIAH

HUKUM BEKERJA DENGAN ORANG-ORANG SYIAH

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Saya mau tanya dan mohon penjelasannya, bagaimana hukumnya kalau kita bekerja dengan suatu lembaga milik orang-orang Syi’ah?

Sejak Juni 2009 s/d sekarang saya mengajar di TK Islam Al-Husain. Saya tahu bahwa pengurus yayasan semuanya adalah orang-orang Syi’ah. Setelah 1 tahun saya bekerja di situ, sejauh ini mereka tidak mencampuri aqidah guru-guru yang notabene bukan dari golongan Syi’ah.

Apa hukumnya saya mengajar di TK tersebut? Apakah ada mudharatnya buat saya? Saya sangat berharap Buya dapat menanggapi pertanyaan saya ini. Karena Saya meyakini bahwa kita yang tergabung dalam forum Buya Yahya ini, semua satu aqidah, yaitu Ahlussunnah wal-Jamaah. Syukur Alhamdulillah kalau Ustad Buya Yahya juga dapat memberikan jawaban. Terima kasih banyak, mohon maaf bila ada yang gak berkenan. Jazakumullah kheir. Ditunggu sangat jawabannya.

 

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr. Wb.

Semoga Allah SWT senantiasa menambah kokoh iman anda. Pertanyaan anda mencerminkan kerinduan anda untuk menjaga iman dan aqidah anda. Bekerjasama dengan siapapun, Islam tidak melarang termasuk dengan agama lain, asalkan agama atau kelompok tersebut tidak merusak aqidah dan kemuliaan kita. Misal : Sekelompok orang nasrani membuat suatu lembaga yang tidak ada sangkut pautnya dengan urusan keagamaan (seperti : Pelatihan kerja atau akuntansi) kita bisa saja bekerjasama dengan mereka sebatas mereka tidak mengganggu dan merongrong aqidah kita dan kita bisa menjalankan agama kita secara penuh. Akan tetapi kalau mereka ada tanda-tanda merusak aqidah dan moral kita maka kita pun jadi tidak boleh berurusan dengan mereka, karena saat itu mereka bukanlah orang yang terhormat dan haram tolong menolong dengan mereka.

Begitu juga dengan kelompok lain yang mengatasnamakan agama yang sama dengan kita. Jika yang anda maksud adalah Syiah Ekstrim yang dengan ciri-ciri mengkafirkan  Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Khattab juga merendahkan Sayyidah ’Aisah dan Sayyidah Khafsah (kedua istri Rasulullah SAW) serta menolak perawi hadits Sayyidina Abu Hurairah, maka mereka adalah kelompok yang membahayakan. Jika kita kerjasama dengan  mereka khususnya dalam bidang pendidikan, itu artinya anda telah membantu program mereka dalam menyebarkan penyelewengan mereka. Membantu dalam kebathilan adalah bathil. Kalaupun mereka tidak mempengaruhi anda, mereka tidak peduli dengan  anda yang hanya satu orang, akan tetapi target mereka adalah seluruh siswa. Kecuali anda disitu sebagai orang kuat yang akan memperkuat aqidah Ahlussunnah wal-Jamaah. Lebih aman mengajarlah di tempat yang tidak beresiko bagi diri anda dan para siswa. Wallahu alam bish-shawab.

 

BEDANYA IMAN, KEYAKINAN DAN KEPERCAYAAN

BEDANYA IMAN, KEYAKINAN DAN KEPERCAYAAN

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Maaf ustad, saya mau nanya apa bedanya iman, keyakinan & kepercayaan? Padahal semua itu ghaib adanya. Apa yang bisa kita jadikan dasar untuk memperkuat ketauhidan kita? Surat apa dan ayat berapa beserta tafsir mana yang dapat dijadikan referensinya? terimakasih atas penjelasannya.

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr. Wb.

Tiga kalimat tersebut biasa diucapkan untuk maksud yang sama. Misal: Aku iman kepada Allah, sama Artinya dengan,  Aku percaya kepada Allah atau Aku yakin kepada Allah.” Hanya bedanya, kalau “yakin” dan “iman” adalah bahasa Arab yang sudah di-Indonesia-kan dan kata “percaya”  adalah bahasa Indonesia yang digunakan untuk menerjemakan kalimat yakin dan iman.

Semua ayat Al-Qur’an kalau dibaca akan menambah kuat iman kita, hanya barang kali yang anda perlukan adalah yang secara harfiah mengajak pikiran anda untuk merenung yang menumbuhkan keimanan. Anda bisa renungi semisal ayat 164 dari surat Al-Baqarah dan ayat lain yang mengajak anda berfikir. Itu semua akan menyuburkan keyakinan anda.

Wallahu alam bish-shawab.

 

Apakah Imam Abu Manshur Al Maturidi Termasuk Ahlussunah Wal Jamaah?

Apakah Imam Abu Manshur Al Maturidi termasuk Ahlussunah Wal Jamaah

Assalamu ‘Alaikum WR. WB.
Semoga kesehatan selalu diberikan Allah swt kepada Buya …mohon penjelasan tentang Aqidah Asy’ariyah dan Maturidiyah ? mengapa kita harus memilih Imam Abul Hasan Al Asy’ariy ? apakah yang memilih Imam Maturidiy juga tergolong Ahlussunnah Waljama’ah ?
Wa’alaikum Salam WR. WB.
Terimakasih atas doa yang saudara Muhammad Zainuddin sampaikan, semoga Allah swt memberikannya juga kepada antum.
“Sebaik-baik abad adalah abadku kemudian abad setelah mereka kemudian abad setelah mereka”. (H.R. Tirmidzi)
Pada masa ulama salaf ini, di sekitar tahun 260 H, mulai menyebar bid’ah Mu’tazilah, Khawarij, Musyabbihah dan lainnya dari kelompok-kelompok yang membuat faham baru. Kemudian dua imam agung; Abu al-Hasan al-Asy’ari (W. 324 H) dan Abu Manshur al-Maturidi (W. 333 H) –semoga Allah meridlai keduanya– datang dengan menjelaskan aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah yang diyakini para sahabat nabi dan orang-orang yang mengikuti mereka, dengan mengemukakan dalil-dalil naqli (nash-nash al-Quran dan Hadits) dan dalil-dalil aqli (argumen rasional) disertai dengan bantahan-bantahan terhadap syubhat-syubhat (sesuatu yang dilontarkan untuk mengaburkan hal yang sebenarnya) Mu’tazilah, Musyabbihah, Khawarij tersebut di atas dan ahli bid’ah lainnya.
Sehingga Ahlussunnah dinisbatkan kepada keduanya. Mereka; Ahlussunnah Wal Jamaah akhirnya dikenal dengan nama al-Asy’ariyyun (para pengikut imam Abu al-Hasan Asy’ari) dan al-Maturidiyyun (para pengikut imam Abu Manshur al-Maturidi). Hal ini tidak menafikan bahwa mereka adalah satu golongan yaitu al-Jama’ah. Karena sebenarnya jalan yang ditempuh oleh al-Asy’ari dan al-Maturidi dalam pokok aqidah adalah sama dan satu.
Adapun perbedaan yang terjadi di antara keduanya hanya pada sebagian masalah-masalah furu’ (cabang) aqidah. Hal tersebut tidak menjadikan keduanya saling menghujat atau saling menyesatkan, serta tidak menjadikan keduanya lepas dari ikatan golongan yang selamat (al-Firqah al-Najiyah). Perbedaan antara al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah ini adalah seperti halnya perselisihan yang terjadi antara para sahabat nabi, perihal apakah Rasulullah melihat Allah pada saat Mi’raj?.
Sebagian sahabat, seperti ‘Aisyah dan Ibn Mas’ud mengatakan bahwa Rasulullah r tidak melihat Tuhannya pada waktu Mi’raj. Sedangkan Abdullah ibn ‘Abbas mengatakan bahwa Rasulullah r melihat Allah dengan hatinya. Allah member kemampuan melihat kepada hati Nabi Muhammad sehingga dapat melihat Allah. Namun demikian al Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah ini tetap sepaham dan sehaluan dalam dasar-dasar aqidah. Al-Hafizh- Murtadla az-Zabidi (W. 1205 H) mengatakan:
“Jika dikatakan Ahlussunnah wal Jama’ah, maka yang dimaksud adalah al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah “. (al-Ithaf, juz 2 hlm 6). Jadi aqidah yang benar dan diyakini oleh para ulama salaf yang shalih adalah aqidah yang diyakini oleh al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah. Karena sebenarnya keduanya hanyalah meringkas dan menjelaskan aqidah yang diyakini oleh para nabi dan rasul serta para sahabat. Aqidah Ahlusssunnah adalah aqidah yang diyakini oleh ratusan juta umat Islam, mereka adalah para pengikut madzhab Syafi’i, Maliki, Hanafi, serta orang-orang yang utama dari madzhab Hanbali (Fudhala’ al-Hanabilah).
Wallahu a’lam bish-showaab.