HUKUM MEMBACA DOA KHUSUS PADA HARI RABU WEKASAN

HUKUM MEMBACA DOA KHUSUS PADA HARI RABU WEKASAN

HUKUM MEMBACA DOA KHUSUS PADA HARI RABU WEKASAN

Pertanyaan:

Assalamu‘alaikum Wr. Wb. Buya, bagaimana hukumnya membaca doa khusus dan sedekah-sedekah khusus pada hari Rabu Wekasan? Apakah amalan itu disyariatkan dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW? Karena orang-orang kampung meyakini pada hari itu diturunkan bala dan bencana.

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr. Wb.

RabuWekasanadalah istilah untuk hari Rabu  akhir bulan Shafar. Bulan Shafar tidak beda dengan bulan yang lainnya. Bukan bulan bencana dan bukan bulan sial. Kita tidak boleh mempercayai adanya bulan sial. Bulan sial adalah bulan seorang hamba melakukan kemaksiatan. Adapun berita tentang adanya ribuan bala bencana di hari itu bukanlah berita dari Nabi Muhammad SAW. Itu hanya ungkapan sebagian orang shaleh dan bukan hadits Nabi SAW.

Yang mau mempercayai perkataan orang shalih tidak salah (boleh), akan tetapi dengan 2 syarat:

  • Pertama, Jangan disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW
  • Kedua, Perkataan tersebut tidak bertentangan dengan syariat Nabi Muhammad SAW.

Tentang bala bencana bisa saja diucapkan oleh seorang shalih dari ilham. Masalah ilham telah disepakati keberadaannya seperti disebutkan dalam Al-Qur’an.

Bagi yang tidak mempercayai juga tidak ada masalah sebab kita tidak wajib percaya kepada orang yang mengaku mendapatkan ilham. Yang tidak diperkenankan adalah kurang ajar kepada orang shaleh. Artinya, bagi yang tidak percaya silahkan, asal tetap menjaga tatakrama kepada orang shaleh tersebut.

Bagi yang tidak mempercayai, berprasangka baiklah kepada Allah dengan sungguh-sungguh, semoga di hari Rabu Wekasan Allah turunkan rahmat kepada kita serta tingkatkan ibadah dan jauhi maksiat, agar Allah senantiasa menjaga kita. Bagi yang mempercayai juga tidak perlu cemas dan berprasangka buruk kepada Allah, sebab bencana apapun yang diturunkan hanya akan menimpa orang yang berprasangka buruk kepada Allah dan yang dikehendaki oleh Allah.

Adapun amalan yang seyogyanya dilakukan adalah tidak beda dengan amalan di hari-hari yang lainnya. Perbanyaklah sedekah, jangan tinggalkan di setiap hari untuk shalat hajat, agar dijauhkan dari bencana dan agar dikaruniai nikmat dan rahmat oleh Allah SWT.

Wallahu alam bish-shawab.