STATUS PERNIKAHAN JIKA 6 BULAN SUAMI PERGI TANPA KABAR

STATUS PERNIKAHAN JIKA 6 BULAN SUAMI PERGI TANPA KABAR

*STATUS PERNIKAHAN JIKA 6 BULAN SUAMI PERGI TANPA KABAR*

Pertanyaan:
Ustadz, saya seorang ibu dengan dua orang anak. Sudah setengah tahun lamanya suami saya pergi tanpa meninggalkan kabar apapun. Hingga terkadang saya putus asa dalam penantian. Bagaimana hukum pernikahan saya? Apakah cerai dengan sendirinya atau bagaimana? Apakah saya bisa menikah lagi? Terimakasih

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Untuk menjawab pertanyaan ibu yang semoga dimuliakan oleh Allah SWT, ketahuilah bahwa seorang istri yang ditinggalkan suami seberapa lama pun jika sang suami belum menjatuhkan cerai maka tidak akan terceraikan. Maka ibu tetap menjadi istri yang sah bagi suami ibu.

Adapun jika ketidaksabaran ibu dalam penantian, ibu tidak bisa menceraikan ibu dengan diri sendiri. Akan tetapi ibu harus mengangkat permasalahan ibu ke hakim (Pengadilan Agama). Jika hakim telah melihat dan mempelajari permasalahan sudah memenuhi ketentuan syariat untuk dicerai maka hakim bisa menjatuhkan cerai atas ibu. Setelah tercerai dan masa iddah berakhir ibu baru bisa menikah dengan lelaki yang lain. Wallahu a’lam bish-shawab

APAKAH AQIDAH ASY’ARIYAH SAMA DENGAN AQIDAH SALAFI/WAHABI?

APAKAH AQIDAH ASY’ARIYAH SAMA DENGAN AQIDAH SALAFI/WAHABI?

APAKAH AQIDAH ASY’ARIYAH SAMA DENGAN AQIDAH SALAFI/WAHABI
(ULUHIYAH, RUBUBIYAH, ASMA’ WAS-SHIFAT)

Pertanyaan: Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Buya, semoga hari-hari Buya dipenuhi dengan keberkahan dari Allah SWT. Saya ingin bertanya. Apakah sama Aqidah Asy’ariyah dengan Aqidah yang dibagi 3, yaitu Uluhiyah, Rububiyah dan Asma’ Was-shifat. Karena aqidah yang 3 ini biasa dianut oleh golongan yang biasa membid’ahkan, mengkafirkan sesama muslim. Mohon penjelasannya. Jazakallah khairon.

jawaban
Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Saudaraku yang semoga dimuliakan Allah SWT. Paham Asy’ari tidak pernah membagi tauhid menjadi 3 bagian seperti tersebut dalam soal. Aqidah Asy’ariah adalah aqidah yang sudah dianut mayoritas ulama dunia diantaranya Amirul Mu’minin Filhadits Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Imam Nawawi yang kitab-kitab mereka sudah tersebar dan dibaca oleh umat islam di penjuru dunia. Pembagian tauhid rububiyah, uluhiyah dan asma was-shifat adalah pembagian yang tidak ada di dalam aqidah Asy’ariyah.

Benar yang anda katakan pembagian tauhid ini adalah aqidahnya orang yang suka membid’ahkan orang lain dan telah terbukti secara ilmiah kebatilan cara pembagian tauhid menurut cara mereka ini. Ada maksud didalam pembagian ini, khususnya didalam masalah tauhid asma wasifat, yaitu karena kelompok sesat ini ingin mengeluarkan faham Asy’ariyah dari kelompok kaum Muslimin yang benar, khususnya berkenaan dengan ayat-ayat sifat atau ayat-ayat mutasabihat, berkenaan dengan masalah boleh tidaknya ta’wil. Wallahu a’lam bish-shawab.

APA MAKNA BERSAKSI? PADAHAL KITA TIDAK MELIHAT ALLAH

APA MAKNA BERSAKSI? PADAHAL KITA TIDAK MELIHAT ALLAH

*APA MAKNA BERSAKSI? PADAHAL KITA TIDAK MELIHAT ALLAH*

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Buya, saya selalu menangis ketika ingat pertanyaan itu hadir pada saya. “Bagaimana kamu bisa bersaksi, sedangkan kamu tak melihat dan mendengar?” Demi Allah, yang menciptakan saya dari segumpal darah, saya beriman… Buya, bantu saya menjawab pertanyaan harafiah.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Kami sering paparkan permasalan ini dalam banyak majelis kami saat membahas tentang Aqidah. Kami sederhanakan dalam dialog ringan bahwa bagi seseorang untuk mempercayai sesuatu tidak harus melihat dan mendengar (barangkali maksud penanya adalah bukti yang bisa ditangkap oleh panca indra). Bahkan kami tegaskan hanya orang gila yang hanya bisa percaya kepada yang bisa ditangkap oleh panca indra.

Sebagai contoh: Ada 3 dokter yang anda kenal baik dan jujur dalam tutur katanya. Suatu ketika datang ke kampus anda membicarakan beberapa hal yang ada sangkut pautnya dengan medis. Kemudian 3 dokter tersebut mengeluarkan sebotol air putih yang kebetulan anda sangat merasa kehausan. Lalu sang dokter meminta anda untuk membuangnya sambil berkata: “Tolong air keras ini dibuang dan jangan diminum sebab kalau di minum orang tersebut akan hancur tenggorokan dan ususnya dan langsung mati.” Anda yang mendengar omongan dokter tersebut langsung mempercayai kemudian langsung anda buang, atau anda berkata: “Tidak dokter, saya tidak percaya dengan omongan anda. Karena aku belum melihat langsung buktinya, dan kebetulan saya haus biar saya minum saja.”

Coba renungi dengan cermat! Semua orang berakal akan paham. Jika anda membuangnya berarti akal anda sehat. Akan tetapi kalau anda justru meminumnya hanya karena mata anda belum melihat bukti ada orang terkapar mati setelah meminum air keras tersebut, maka semua orang akan berkata bahwa anda telah gila.

Banyak contoh lain yang menunjukkan bahwa orang bisa mempercayai sesuatu sekalipun tidak melihatnya atau tidak merasakan dengan panca indranya. Anda pikir! Dengan indra apa saat anda merasakan lapar dan kerinduan?

Ini adalah pendekatan pemahaman tentang iman kepada Allah SWT. Bahwa kita sungguh bisa mengimani keberadaan Allah SWT dengan cipta-karya Allah SWT yang bertebaran di jagat raya. Mari kita simak kalimat sederhana orang badui namun penuh makna: “Jika ada bekas tapak kaki manusia di jalan itu artinya, tadi ada orang yang melewatinya. jika ada kotoran unta tentu keluar dari perut unta, biar pun aku tidak melihat orang tersebut dan tidak melihat unta tersebut.” Wallahu a’lam bish-shawab

HUKUM MEMBATALKAN PUASA SUNNAH

HUKUM MEMBATALKAN PUASA SUNNAH

*HUKUM MEMBATALKAN PUASA SUNNAH*

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bagaimana hukumnya membatalkan puasa sunnah karena menghadiri walimah atau karena hal lainya?

Jawaban:
Wa’alaikumsalam Wr Wb. Puasa sunnah dalam Madzhab Imam Syafi’i boleh dibatalkan di pertengahan. Adapun masalah keutamaannya adalah tetap diteruskan kecuali, jika di dalam membatalkan adalah suatu hal yang amat perlu, seperti di saat menghadiri walimah yang wajib atau menjaga hati orang yang ingin menghormati kita sebagai tamu yang dikhawatirkan jika kita menolak akan menjadikan hubungan persaudaraanya akan berubah. Anda pun lebih baik berbuka, jika anda anggap hal itu perlu untuk menjaga hati orang yang mengajak Anda berbuka.
Wallahu a’lam bish-shawab.

BEDANYA IMAN, KEYAKINAN DAN KEPERCAYAAN

BEDANYA IMAN, KEYAKINAN DAN KEPERCAYAAN

*BEDANYA IMAN, KEYAKINAN DAN KEPERCAYAAN*

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Maaf ustad, saya mau nanya apa bedanya iman, keyakinan & kepercayaan? Padahal semua itu ghaib adanya. Apa yang bisa kita jadikan dasar untuk memperkuat ketauhidan kita? Surat apa dan ayat berapa beserta tafsir mana yang dapat dijadikan referensinya? terimakasih atas penjelasanya.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Tiga kalimat tersebut biasa diucapkan untuk maksud yang sama. Misal: “Aku iman kepada Allah”, sama Artinya dengan, “Aku percaya kepada Allah” atau “Aku yakin kepada Allah.” Hanya bedanya, kalau yakin dan iman adalah bahasa Arab yang sudah di Indonesiakan dan percaya adalah bahasa Indonesia yang digunakan menerjemakan kalimat yakin dan iman.

Semua ayat Al-Qur’an kalau dibaca akan menambah kuat iman kita hanya barang kali yang anda perlukan adalah yang secara harfiah mengajak pikiran anda untuk merenung yang menumbuhkan keimanan. Anda bisa renungi semisal ayat 164 dari surat Al-Baqarah dan ayat lain yang mengajak anda berfikir, itu semua akan menyuburkan keyakin anda.
Wallahu a’lam bish-shawab.

NABI ISA ALAIHI SALAM VERSI ISLAM

NABI ISA ALAIHI SALAM VERSI ISLAM

*NABI ISA ALAIHI SALAM VERSI ISLAM*

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr Wb
Buya yang kami hormati, mohon diceritakan tentang kisah Nabi Isa versi Islam, soalnya masyarakat sudah banyak terpengaruh tentang kisah Nabi Isa versi yahudi dan nasrani, apalagi sekarang sudah menjelang hari natal?

Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Nabi Isa Almasih adalah seorang Nabi yang sangat mulia. Dengan kebesaran kuasa Allah SWT, Beliau terlahir dari rahim seorang ibu yang suci dan sangat mulia tanpa seorang bapak. Dilahirkan oleh Sayyidah Maryam yang rajin beribadah dan tidak pernah dijamah oleh seorang laki-lakipun. Di musim panas saat kurma berbuah bukan musim dingin dan salju. Nabi Isa dan Sayyidah Maryam dalam Al-Qur’an lebih mulia daripada nabi Isa dan Sayyidah Maryam dalam agama lain. Sebab dalam agama selain Islam disebutkan Sayyidah Maryam pernah dijamah oleh laki-laki. Nabi Isa dalam Islam tetap nabi sampai kapan pun. Seorang manusia suci yang sangat mulya dan kelak akan semakin mulia saat turun kembali membela agama Nabi Muhammad SAW.
Wallahu a’lam bish-shawab.

SUAMIKU BEGITU MENGEKANGKU

SUAMIKU BEGITU MENGEKANGKU

SUAMIKU BEGITU MENGEKANGKU

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum, bagaimana hukumnya apabila ada seorang suami yang mewajibkan istrinya untuk selalu ada di rumah dan tidak boleh keluar kecuali izin dari suaminya? Terimakasih

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Memang seharusnya seperti itu, biarpun tidak diwajibkan oleh sang suami memang menurut Islam seperti itu. Seorang istri tidak boleh keluar tanpa seizin suami. Kenapa? Karena demi kelestarian dalam rumah tangga. Agar istri tetap terayomi. Agar suami ada gambaran setiap saat dimana keberadaan istri yang harus diayomi. Takut sang suami membutuhkannya. Takut rumah tangganya nanti berantakan kalau istrinya pergi kesana kemari. Akan tetapi jika sudah diizinkan baik secara umum atau khusus maka boleh seorang wanita tersebut keluar rumah.

Tetapi seorang suami saat akan memberi izin istrinya harus sesuai dengan aturan kemuliaan yang ditetapkan dalam Islam. Seperti seorang istri bakal terhormat disaat dia pergi. Bukan asal mengizinkannya. Saat mengizinkannya bukan karena rasa takut pada istri, akan tetapi karena melihat maslahah.

Yang harus difahami tujuan daripada izin itu adalah bukan untuk mengekang seorang istri, akan tetapi justru untuk kemuliaan dan kemaslahatan seorang istri. Mungkin dengan izin itu kebutuhan istri bisa dibantu oleh seorang suami, mungkin bisa diantarkan oleh seorang suami, mungkin disaat terlambat datangnya sang suami mudah untuk mencari dan menjemputnya. Akan tetapi ada sebagian wanita aneh yang tidak senang kalau ditemani oleh suaminya. Merasa terbebani dengan izin ini karena memang dia biasa menjadi wanita liar.

Bagi wanita shalihah izin suami adalah sebuah penghargaan bagi wanita. Karena di balik izin ini adalah kewajiban bagi suami untuk melindungi dan mengayomi seorang istri. Wallahu a’lam bish-shawab

ISTINJA’ DENGAN AIR

ISTINJA’ DENGAN AIR

ISTINJA’ DENGAN AIR

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya, Al Faqir mohon petunjuk mengenai Istinja’ apakah sah hanya dengan mengguyur dengan air saja sebanyakbanyaknya, ataukah harus menggunakan tangan atau alat lainnya untuk beristinja’?

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Di dalam mazhab Syafi’i beristinja tidak harus digosok atau dipijat di tempat buang air tersebut. Akan tetapi yang wajib adalah terbuktinya kebersihan di tempat tersebut. Maka jika anda menduga tidak bisa bersih hanya dengan diguyur maka menggosok dengan tangan atau dengan yang lainnya adalah menjadi wajib. Jika tidak bersih maka menjadi tidak suci. Wallahu a’lam bish-shawab.

AGAR SHALAT MENJADI NIKMAT

AGAR SHALAT MENJADI NIKMAT

AGAR SHALAT MENJADI NIKMAT

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya Yahya yang terhormat, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan: Adakah sebuah metode dari Buya, atau wirid yang harus saya baca agar bagaimana caranya kalau shalat itu menjadi sebuah kenikmatan? Demikian untuk sarannya kami tunggu sekali.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Untuk mendapatkan kenikmatan dalam ibadah khususnya dalam shalat. Imam Al Haddad dalam Kitab Risalatul Mu’awanah menjelaskan: Untuk mencapai kenikmatan dalam shalat adalah dengan terus berusaha khusyuk dalam shalat, berlatih menyadari kalau dirinya di hadapan Allah. Sebagian para kekasih Allah menemukan kenikmatan setelah berjuang selama 20 tahun.

Adapun wirid yang harus dibaca, wirid apa saja yang benar dari Rasulullah seperti Ratibul Haddad, atau memperbanyak membaca laailaaha illallah dengan khusyuk atau membaca shalawat sebanyak-banyaknya dengan khusyuk, nanti pada akhirnya akan merasakan kenikmatan saat beribadah. Wallahu a’lam bish-shawab.

KEWAJIBAN SEORANG ISTERI TERHADAP SUAMI

KEWAJIBAN SEORANG ISTERI TERHADAP SUAMI

*KEWAJIBAN SEORANG ISTERI TERHADAP SUAMI*

Pertanyaan:
Saya ingin mempertanyakan seperti apa cara memperlakukan seorang suami yang wajib dilakukan oleh seorang istri dalam ajaran Islam?

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Pertanyaannya ringkas akan tetapi jawabannya adalah sangat panjang. Ringkasnya:
1. Patuh dalam segala hal, asalkan bukan dalam hal yang diharamkan oleh Allah SWT.
2. Harus punya misi menghibur dan menyenangkan seorang suami.
3. Menjaga kehormatan/amanat seorang suami.
4. Pandai mensyukuri segala kebaikan sang suami dan yang
5. Bersabar atas segala kekurangan sang suami.
Wallahu a’lam bish-shawab