PETUNJUK DALAM LAMARAN ATAU KHITBAH

PETUNJUK DALAM LAMARAN ATAU KHITBAH

PETUNJUK DALAM LAMARAN ATAU KHITBAH

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya salam ta’aruf dan juga salam hormat. Saya seorang muslimah mau minta petunjuk ikhtiar dan amalan yang bagaimana yang harus saya kerjakan. Saya punya hajat yang sangat besar yaitu saya ingin lakilaki yang saya kenal selama kurang lebih 1 tahun supaya tertarik hati dan kepikiran secepatnya melamar saya, mohon jawabannya!

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Saudariku, kami himbau anda untuk senantiasa menjaga hati anda agar tidak terburu-buru untuk menjatuhkan cinta anda kepada orang yang anda maksud demi kenetralan anda dalam menilai orang tersebut untuk dijadikan pasangan hidup.

Jangan sampai suatu ketika anda menerima dia karena anda terlanjur cinta, bukan karena dia layak untuk menjadi pasangan anda. Alangkah banyaknya orang yang mengambil keputusan untuk menikah bukan karena baiknya pasangan, akan tetapi karena terlanjur terkecoh oleh cinta butanya, sehingga kehancuran dunia dan akhiratlah yang ia dapat.

Adapun keinginan anda untuk dilamar dia. Anda tidak perlu menanti asalkan dia layak menurut agama maka biarkan keluarga anda memulai terlebih dahulu untuk melamarnya, dan hal yang demikian bukanlah suatu cela bagi seorang wanita.

Sebab inilah yang telah dilakukan wanita termulia Sayyidah Khadijah, dengan Rasulullah SAW dan juga telah dilakukan oleh Sayyidina Umar di saat melamar untuk putrinya, Sayyidah Khafsah. Melamar bagi anda adalah cara terhormat bagi anda.

Berpacaran adalah cara hina bagi anda. Sungguh mengherankan wanita zaman ini memulai berpacaran tidak malu, sementara memulai untuk melamar ia malu. Wallahu a’lam bish-shawab.

MINTA MAAF DAN HUKUM TIDAK MENYAPA LEBIH DARI 2 HARI

MINTA MAAF DAN HUKUM TIDAK MENYAPA LEBIH DARI 2 HARI

*MINTA MAAF DAN HUKUM TIDAK MENYAPA LEBIH DARI 2 HARI*

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr Wb. Buya, saling memaafkan wajib hukumnya dan dilakukan setiap saat. Bagaimana hukum orang yang tidak mau tegur sapa lebih dari dua hari?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Minta maaf adalah sifat yang sangat mulia. Dalam hadits disebutkan, bahwa orang yang lebih dulu meminta maaf derajatnya dihadapan Allah SWT lebih tinggi dan lebih dicintai Allah SWT dari yang dimintai maaf. Maka dari itu jangan minta maaf hanya disaat kita bersalah. Jika kita bermasalah dengan saudara atau teman, maka bersegeralah meminta maaf biarpun kita dalam posisi benar, itulah kemuliaan. Apalagi jika kita bersalah, maka kita harus segera meminta maaf, khawatir nyawa kita dicabut sementara kita punya dosa dengan sesama yang Allah SWT tidak mengampuni kita kecuali orang yang kita sakiti dan salahi memaafkan kita.

Adapun orang yang tidak tegur sapa lebih dari tiga hari jika bukan karena permasalahan hal itu tidak dosa. Akan tetapi jika karena ada permusuhan, maka itu adalah dosa besar dan menjadikan Allah murka. Kalau mati, mati dalam suul khatimah, mati yang tidak baik seperti orang jahiliyah. Marilah kita jauhi sebab-sebab kemurkaan Allah. Wallahu a’lam bish-shawab.

MENYIKAPI ORANG ORANG YANG SUKA MEMBID’AHKAN

MENYIKAPI ORANG ORANG YANG SUKA MEMBID’AHKAN

MENYIKAPI ORANG ORANG YANG SUKA MEMBID’AHKAN

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa yang harus kita lakukan jika ada orang yang selalu membid’ahkan terhadap amalan amalan yang sering kita lakukan?

Jawaban:

Wa’alaikum Salam Wr. Wb. Seseorang tidak boleh merasa suci dan paling baik dan benar. Sikap kita jika ada orang yang membid’ahkan kita adalah koreksi diri karena bisa saja apa yang dikatakan orang itu benar.

Akan tetapi yang harus lebih koreksi diri adalah di saat kita ingin membidahkan orang lain. Karena di saat kita membidahkan itu artinya kita merasa lebih benar dari orang lain. Jika kita sudah koreksi diri disaat dibid’ahkan dan ternyata kita salah kita harus segera insyaf dan jika kita dalam kondisi benar berdasarkan dalil dan hujjahnya menurut para ulama maka penilaian baru kita arahkan kepada orang yang membid’ahkan. Sudahkah dia bertanya kepada yang dibid’ahkan (tentunya kepada ulamanya orang yang dibid’ahkan). Jika belum, maka orang yang mudah membid’ahkan itu adalah ahli fitnah sekaligus ahli bid’ah.

Ada banyak amalan yang dilakukan kaum muslimin di Indonesia oleh sekelompok kecil umat Islam dikatakan bid’ah namun mereka yang membid’ahkan tidak pernah bertanya langsung kepada yang bersangkutan, itulah ahli fitnah pemecah belah umat. Wallahu a’lam bish-shawab.

MEMBACA FATIHAH DALAM TAHLILAN

MEMBACA FATIHAH DALAM TAHLILAN

*MEMBACA FATIHAH DALAM TAHLILAN*

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya saya mau bertanya sama Buya. Dalam acara tahlilan biasanya membaca Al-Fatihah pada       arwah. Mohon penjelasannya!

Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Tahlilan adalah membaca ayat suci Al-Qur’an  dan kalimat-kalimat dzikir, kemudian setelah itu berdoa memohon kapada Allah agar pahala bacaan Al-Qur’an dan dzikir tersebut diberikan oleh Allah kepada orang yang telah meninggal dunia. Sudah disepakati para ulama bahwa hal itu adalah hal yang diperkenankan, dan dengan kemurahan Allah orang yang meninggal dunia akan mendapatkan pahala tersebut.

Adapun membaca Al-Fatihah adalah seperti hadits yang diriwayatkan Imam Muslim bahwa yang membaca 1 huruf dari surat Al-Fatihah dibarengi dengan permohonan kepada Allah maka Allah akan mengkabul doa tersebut. Lihat hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahih Muslim Hadits no: 1339. Itulah kenapa para ulama setiap mengakhiri doa atau memulai doa membaca “Al-Faatihah..,” yaitu agar dikabul doanya. Wallahu a’lam bish-shawab

KETIKA SUSAH MENDAPATKAN PENDAMPING HIDUP

KETIKA SUSAH MENDAPATKAN PENDAMPING HIDUP

*KETIKA SUSAH MENDAPATKAN PENDAMPING HIDUP*

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb Buya Yahya, saya mau curhat dan minta solusi, sebagai petunjuk hati. Sesungguhnya saya capek dengan petualangan cinta. Kenapa ya kesetiaan, ketulusan & kejujuran saya selalu tidak berbalas mulus, setiap kali saya kenal cowok & setiap satu kali saya bawa ke rumah besoknya hilang tanpa kabar berita. Yang saya tahu dan yang saya alami kenapa setiap cowok yang mau serius selalu meminta hubungan selayaknya suami istri, katanya bukti kesungguhan cinta. Tapi hati kecil & diri ini selalu menolak, hingga berujung perpisahan. Padahal Buya, yang saya dambakan adalah kenal dengan cowok dewasa (dalam segala hal, dunia & akhirat) menikah secara sah, baru kita punya keturunan, tapi kenapa bagi saya sulit sekali mendapatkanya, apakah saya sangat nista & hina?

Jawaban:

Wa’alaikum Salam Wr. Wb. Jodoh adalah karunia dari Allah SWT, waktu dan siapa orangnya Allah yang mengatur. Kita harus Husnudzan kepada Allah bahwa, jika seseorang tertunda pernikahannya adalah karena Allah menginginkan saat yang tepat untuk menikah.

Hal yang perlu diperhatikan di dalam kita menuju pernikahan tersebut adalah jangan melakukan sesuatu yang menjadikan Allah murka. Cinta adalah karunia Allah yang sangat agung, akan tetapi cinta akan berubah menjadi malapetaka ketika dicampuri oleh hawa nafsu dan pelanggaran terhadap syariat  Nabi Muhammad SAW gara-gara cinta.

Semestinya cinta dibangun di atas pernikahan, bukan pernikahan dibangun di atas cinta. Anda telah salah dalam menerapkan prinsip ini. Anda berpetualang mencari cinta sebelum pernikahan, maka anda akan terjerumus ke dalam budaya-budaya orang yang tidak beriman seperti budaya pacaran,dll.

Maka cara yang salah inilah yang menjadikan orang itu Nista dan Hina. Carilah pasangan dengan cara yang benar. Cukuplah anda menilai dari informasi yang anda dapat tentang calon tersebut dari keluarganya jika memang secara dzahir ia adalah baik, bisa diterima dalam kriteria agama, maka baru setelah itu anda melangkah untuk melamarnya.

Tidak masalah dalam hal ini jika posisi anda adalah seorang wanita, anda tidak perlu gengsi, sebab Sayyidah Khadijah pun melamar Rasulullah SAW. Cara melamar yang benar adalah melalui perantara orang yang baik yang bisa menjelaskan keadaan anda dengan baik tanpa ada dusta dengan cara wajar dan tidak berlebihan.

Jangan lupa anda melakukan shalat istikharah sebelum melangkah. Alangkah indahnya cara yang semacam ini. Pertama, anda tampak berwibawa, yang kedua, jika anda diterima anda tidak salah pilih karena anda memang sudah mengetahui keadaannya dan jika tidak diterima andapun tidak sakit karena anda pun belum terlanjur mencintainya, dan setelah itu semua serahkan kepada Allah semakin dekatlah kepada Allah SWT niscaya anda akan mendapatkan segala kemuliaan. Wallahu a’lam bish-shawab.

HUKUM MENYOGOK AGAR BISA DITERIMA BEKERJA

HUKUM MENYOGOK AGAR BISA DITERIMA BEKERJA

*HUKUM MENYOGOK AGAR BISA DITERIMA BEKERJA*

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Buya Yahya, saya mau tanya: Bagaimana hukumnya orang menyogok supaya bisa bekerja di pabrik/pemerintah dan bagaimana hukumnya uang itu? Sekian terima kasih

Jawaban:

Wa’alaikumusalam Wr. Wb. Dalam hal ini harus dimengerti beberapa hal berikut ini:

  1. Menyogok hukumnya haram dan diancam tempatnya di neraka. Menyogok adalah membayar sesuatu untuk mendapatkan yang bukan hak miliknya. Artinya jika seseorang mengambil sesuatu yang memang hak miliknya biarpun harus dengan bayar itu tidak disebut menyogok. Contoh anda punya mobil dibawa seseorang kemudian orang itu tidak mau mengembalikan kepada anda kecuali jika anda membayar sejumlah uang. Maka anda saat membayar bukanlah disebut sebagai penyogok. Orang yang menerima uang tersebut telah dhzalim meminta uang dengan cara yang tidak benar dan itu jugadosa besar. Dalam hal ini tidak bisa kita katakan harta yang dibayarkan halal bagi yang menerima. Sebab tidak dibenarkan mengambil hartanya orang lain dengan cara semacam ini baik yang memberi akhirnya rela atau tidak rela. Sebab cara yang demikian itu adalah kedhaliman yang membuka pintu kedhzaliman yang lain lagi.
  2. Berkenaan dengan yang ditanyakan jika anda memang layak untuk bekerja di tempat tersebut maka itu artinya anda punya hak untuk itu jadi apa yang anda bayarkan bukanlah suap yang haram karena anda membayar karena keinginan anda untuk mendapatkan hak anda. Akan tetapi orang yang menerima tersebut jika menghalangi hak anda dan baru akan memberikan hak anda kalau anda membayar kepadanya sejumlah uang, maka dia adalah seorang yang dhzalim dan berdosa besar.
  3. Jadi, dalam hal ini anda tidak mendapatkan dosa menyuap karena anda memang tidak menyuap. Akan tetapi anda mendapatkan dosa membudayakan kejahatan dilakukan oleh orang lain. Artinya, anda telah dosa dalam menolong kejahatan. Kalau seandainya anda kompak dengan yang lainnya untuk tidak membayar tentu penerimaan tenaga dan pegawai akan dilakukan dengan cara yang benar. Akan tetapi gara-gara orang-orang pada membayar maka dimanfaatkan oleh sekelompok tertentu untuk memeras.
  4. Jika anda memang berhak untuk bekerja di tempat tersebut setelah anda bekerja maka gaji yang anda terima adalah halal asalkan anda benar dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Kesalahan anda adalah sekali saja yaitu disaat anda membayar karena anda menolong dalam kejahatan. Takutlah Kepada Allah! Bekerjalah di tempat yang tanpa anda melakukan dosa, masih banyak pintu halal Allah jika anda yakin. Jangan turuti hawa nafsu dalam mencari materi. Biarpun halal jika dimulai dengan yang haram tidak akan berbarokah. Bekerjalah tanpa anda harus membayar agar anda tidak dosa. Ada membayar untuk mendapatkan hak yang tidak haram, yaitu disaat kita mulai didhalimi. Misalnya, mobil kita diambil seseorang atau ada anak yang disandera baru bisa kitaambil kalau kita membayarnya. Dalam hal ini kita tidak dosa, akan tetapi yang meminta itu saja yang dosa. Sebab dalam hal seperti ini tidak akan menjadi budaya, bahkan orang yang akan melakukan kedhaliman seperti ini tidak akan berani terang-terangan. Berbeda dengan masalah penerimaan pegawai dan karyawan. Wallahu a’lam bish-shawab.
HUKUM MENJAWAB SALAM NON MUSLIM DAN MAKNA MASYA ALLAH

HUKUM MENJAWAB SALAM NON MUSLIM DAN MAKNA MASYA ALLAH

*HUKUM MENJAWAB SALAM NON MUSLIM DAN MAKNA MASYA ALLAH*

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Buya, Wahyu mau tanya apa hukum menjawab salam tapi dari agama yang berbeda, dan apa makna dari ucapan “MASYA ALLAH” apakah ucapan itu boleh keluar dari mulut orang yang beda agama, dan apa hukumnya? terima kasih wassalamualaikum

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Salam adalah doa untuk keselamatan di dunia dan akhirat. Menjawab salam kepada orang yang berbeda agama jika dimaksudkan kebaikan dan keselamatan dunia dan akhirat maka hal tersebut tidak diperkenankan, sebab yang harus kita panjatkan untuk mereka adalah doa agar diberi hidayah atau jika kita niatkan dalam jawab kita adalah kebaikan didunia serta hidayah maka hal tersebut diperbolehkan.

Adapun arti “Masya Allah” adalah apa-apa yang Allah kehendaki. Kalau kalimat ini diucapkan oleh orang yang bukan muslim hukumnya boleh-boleh saja sebab maknanya tetap benar diucapkan oleh siapa saja. Wallahu a’lam bish-shawab.

HUKUM MENGAMBIL BARANG TEMUAN ATAU BARANG SYUBHAT

HUKUM MENGAMBIL BARANG TEMUAN ATAU BARANG SYUBHAT

*HUKUM MENGAMBIL BARANG TEMUAN ATAU BARANG SYUBHAT*

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Maaf Buya, saya mau tanya. Jika kita menemukan yang syubhat, seperti barang/benda lain. Bolehkah kita mengambil yang syubhat tersebut jika kita benar-benar membutuhkannya? Terimakasih, wassalamu’alaikum.

Jawaban:

Wa’alaikum Salam Wr. Wb. Syubhat adalah sesuatu yang tidak pasti haram sekaligus tidak pasti halal. Karena tidak pasti haram maka boleh saja kalau kita ambil. Namun sebaiknya kita menghindar dari yang subhat demi menjaga agar tidak terjerumus pada yang haram. Akan tetapi ada hal yang lebih penting untuk diperhatikan yaitu bertanya kepada ulama tentang hukum sesuatu tersebut. Sebab penentuan halal, haram dan syubhat harus melalui lidah ulama bukan hanya sekedar kita kira-kira.

Hukum barang temuan:

  1. Jika itu barang yang remeh, tidak bernilai, yaitu barang yang sekiranya tidak dicari pemiliknya, maka barang tersebut menjadi halal dimanfaatkan, jika kita sudah mengumumkan, ditempat ditemukannya barang tersebut, antara sekali sampai tiga kali. Artinya, jika sudah diumumkan disaat keramaian, kemudian tidak ada yang mengambilnya maka barang itu bisa dimanfaatkan.
  2. Jika barang itu berharga, yaitu: barang yang sekiranya, menurut kebanyakan orang, pemiliknya pasti mencarinya, maka barang tersebut baru boleh dimanfaatkan dan halal hukumnya jika sudah diumumkan selama 1 tahun, dengan cara sebagai berikut:
  3. a) Setiap hari di Minggu pertama.
    b) Setminggu sekali di bulan pertama.
    c) Setiap bulan hingga genap satu tahun.

Cara mengumumkannya adalah dengan cara yang lantang di tempat keramaian disekitar tempat ditemukannya barang tersebut, seperti di sekitar masjid setelah shalat, atau di pasar. Jika setelah itu tidak ada yang mengambil maka, kita boleh memanfaatkan. Arti halal disini adalah kita bisa memanfaatkannya dan tidak termasuk mencuri atau ghosob.

Akan tetapi, suatu ketika pemiliknya datang kita wajib mengembalikannya. Maka haram hukumnya jika orang menemukan barang yang berharga, langsung memanfaatkannya.Semoga kita dijauhkan dari segala keharaman. Amin. Wallahu a’lam bish-shawab.

HUKUM MEMBAWA PONSEL APLIKASI QUR’AN KE TOILET

HUKUM MEMBAWA PONSEL APLIKASI QUR’AN KE TOILET

*HUKUM MEMBAWA PONSEL APLIKASI QUR’AN KE TOILET*

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya, saya mau bertanya, bukankah Mushaf Al-Qur’an tidak boleh dibawa ke kamar mandi/wc? Nah seiring dengan perkembangan teknologi sehingga di hp saja sudah ada aplikasi Al-Qur’an begitu juga Hadits dan doa-doa. Bagaimana hukumnya kalau seandainya hp yang ada aplikasi Al-Qur’annya itu dibawa masuk ke kamar mandi/wc?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam wr wb. Hukum membawa mushaf Al Qur’an ke dalam kamar mandi adalah makruh. Karena kamar mandi adalah bukan tempat yang mulia, tapi tidak sampai haram. Juga sebagai seorang Muslim sebaiknya menghindar dari hal-hal yang demikian. Akan menjadi tidak makruh jika mempunyai hajat, misalnya menjaga mushaf kalau di luar nanti takut jatuh atau keinjak maka dibawa ke dalam kamar mandi karena ada keperluan di kamar mandi untuk bisa dijaga.

HP atau apapun (tidak harus mushaf) yang ada nama-nama Allah, atau kalimat Al-Qur’an maka itu makruh untuk dibawa ke kamar mandi. Hukumnya HP juga sama akan menjadi makruh jika memang saat itu dilayarnya tertampilkan ayat Al Qur’an atau namanama Allah. Misalnya seperti ada kalimat Allah berada di layar utama maka itu menjadi makruh kalau kita bawa ke kamar mandi. Tapi di saat dalam bentuk aplikasi yang tidak terlihat (aplikasi tertutup) maka itu tidak makruh dan tidak haram. Wallahu a’lam bish-shawab.

HUKUM KAWIN LARI DAN NIKAH SIRRI

HUKUM KAWIN LARI DAN NIKAH SIRRI

*HUKUM KAWIN LARI DAN NIKAH SIRRI*

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya Yahya, saya mencintai seorang pria yang telah lama saya berhubungan dengannya, akan tetapi kedua orang tua saya tidak merestui hubungan kami, kemudian kami berdua kawin lari dan menikah secara sirri, apakah pernikahan kami sah Buya? tolong jawabannya

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Yang ada di dalam Islam adalah membangun cinta di atas pernikahan yang penuh berkah dan bukan membangun pernikahan diatas cinta. Yang membangun pernikahan di atas cinta akan terjerumus dalam petualangan cinta yang haram atau pacaran dan pacaran adalah mendekati zina yang dilarang di dalam Al-Qur’an.

Pacaran adalah cara membangun jalinan orang di luar Islam. Lebih dari itu hilangnya kepatuhan kepada orang tua banyak disebabkan karena mencintai sebelum waktunya. Contohnya adalah yang anda lakukan karena anda terlanjur mencintai laki-laki pilihan anda hingga menjadikan anda nekat untuk kawin lari. Kalau anda tidak cinta terlebih dahulu tentu anda tidak akan melakukan yang demikian itu.

Yang harus anda sadari adalah ada kesalahan beruntun yang anda lakukan mulai dari anda mencintai laki-laki yang belum halal untuk anda hingga pada akhirnya orang tua anda anda tinggalkan. Kebaikan orang tua anda merawat anda belasan atau puluhan tahun anda lupakan karena kebaikan seseorang yang baru beberapa bulan.

Adapun masalah pernikahan anda memang dalam fiqih Syafi’i saat dua calon mempelai berada di tempat yang lebih dari 2 marhalah atau 84 km kemudian minta dinikahkan oleh hakim atau muhakkam (orang soleh yang dipilih untuk menikahkan) dengan dihadiri 2 saksi maka penikahanya adalah sah. Akan tetapi yang harus kita sadari bahwa pernikahan tidak cukup hanya urusan sah dan tidak sah, akan tetapi barokah dan ridha orang tua adalah amat penting.

Banyak transaksi juga akad yang sah namun mengandung dosa seperti jual belinya seorang laki-laki yang wajib jum’atan di saat adzan jumat dikumandangkan. Bahkan kadang membawa dosa besar yang akan menjadi sebab kehancuran nilai akad yang sudah sah tadi. Yaitu seperti pernikahan yang tidak diridhai orang tua lalu dilaksanakan dengan cara tersebut yang anda lakuka memang pernikahannya sah namun tetap dosa.

Maka koreksilah kesalahan anda dan segeralah meminta maaf kepada orang tua dan memperbanyak pengabdian kepada beliau. Sebab pernikahan yang dilaksanakan dengan menyakiti orang tua tidak akan membawa kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Karena pernikahan sudah terjadi berusahalah dan terus berusaha untuk mencari ridha orang tua, meminta maaf serta meningkatkan pengabdian anda sebaik-baiknya. Bukan anda menjauh dari orang tua. Jika orang tua masih marah, anda jangan berusaha dengan kekerasan, akan tetapi dengan kesabaran, sampai orang tua anda ridha. Wallahu a’lam bish-shawab