BEDANYA IMAN, KEYAKINAN DAN KEPERCAYAAN

BEDANYA IMAN, KEYAKINAN DAN KEPERCAYAAN

*BEDANYA IMAN, KEYAKINAN DAN KEPERCAYAAN*

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Maaf ustad, saya mau nanya apa bedanya iman, keyakinan & kepercayaan? Padahal semua itu ghaib adanya. Apa yang bisa kita jadikan dasar untuk memperkuat ketauhidan kita? Surat apa dan ayat berapa beserta tafsir mana yang dapat dijadikan referensinya? terimakasih atas penjelasanya.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Tiga kalimat tersebut biasa diucapkan untuk maksud yang sama. Misal: “Aku iman kepada Allah”, sama Artinya dengan, “Aku percaya kepada Allah” atau “Aku yakin kepada Allah.” Hanya bedanya, kalau yakin dan iman adalah bahasa Arab yang sudah di Indonesiakan dan percaya adalah bahasa Indonesia yang digunakan menerjemakan kalimat yakin dan iman.

Semua ayat Al-Qur’an kalau dibaca akan menambah kuat iman kita hanya barang kali yang anda perlukan adalah yang secara harfiah mengajak pikiran anda untuk merenung yang menumbuhkan keimanan. Anda bisa renungi semisal ayat 164 dari surat Al-Baqarah dan ayat lain yang mengajak anda berfikir, itu semua akan menyuburkan keyakin anda.
Wallahu a’lam bish-shawab.

NABI ISA ALAIHI SALAM VERSI ISLAM

NABI ISA ALAIHI SALAM VERSI ISLAM

*NABI ISA ALAIHI SALAM VERSI ISLAM*

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr Wb
Buya yang kami hormati, mohon diceritakan tentang kisah Nabi Isa versi Islam, soalnya masyarakat sudah banyak terpengaruh tentang kisah Nabi Isa versi yahudi dan nasrani, apalagi sekarang sudah menjelang hari natal?

Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Nabi Isa Almasih adalah seorang Nabi yang sangat mulia. Dengan kebesaran kuasa Allah SWT, Beliau terlahir dari rahim seorang ibu yang suci dan sangat mulia tanpa seorang bapak. Dilahirkan oleh Sayyidah Maryam yang rajin beribadah dan tidak pernah dijamah oleh seorang laki-lakipun. Di musim panas saat kurma berbuah bukan musim dingin dan salju. Nabi Isa dan Sayyidah Maryam dalam Al-Qur’an lebih mulia daripada nabi Isa dan Sayyidah Maryam dalam agama lain. Sebab dalam agama selain Islam disebutkan Sayyidah Maryam pernah dijamah oleh laki-laki. Nabi Isa dalam Islam tetap nabi sampai kapan pun. Seorang manusia suci yang sangat mulya dan kelak akan semakin mulia saat turun kembali membela agama Nabi Muhammad SAW.
Wallahu a’lam bish-shawab.

SUAMIKU BEGITU MENGEKANGKU

SUAMIKU BEGITU MENGEKANGKU

SUAMIKU BEGITU MENGEKANGKU

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum, bagaimana hukumnya apabila ada seorang suami yang mewajibkan istrinya untuk selalu ada di rumah dan tidak boleh keluar kecuali izin dari suaminya? Terimakasih

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Memang seharusnya seperti itu, biarpun tidak diwajibkan oleh sang suami memang menurut Islam seperti itu. Seorang istri tidak boleh keluar tanpa seizin suami. Kenapa? Karena demi kelestarian dalam rumah tangga. Agar istri tetap terayomi. Agar suami ada gambaran setiap saat dimana keberadaan istri yang harus diayomi. Takut sang suami membutuhkannya. Takut rumah tangganya nanti berantakan kalau istrinya pergi kesana kemari. Akan tetapi jika sudah diizinkan baik secara umum atau khusus maka boleh seorang wanita tersebut keluar rumah.

Tetapi seorang suami saat akan memberi izin istrinya harus sesuai dengan aturan kemuliaan yang ditetapkan dalam Islam. Seperti seorang istri bakal terhormat disaat dia pergi. Bukan asal mengizinkannya. Saat mengizinkannya bukan karena rasa takut pada istri, akan tetapi karena melihat maslahah.

Yang harus difahami tujuan daripada izin itu adalah bukan untuk mengekang seorang istri, akan tetapi justru untuk kemuliaan dan kemaslahatan seorang istri. Mungkin dengan izin itu kebutuhan istri bisa dibantu oleh seorang suami, mungkin bisa diantarkan oleh seorang suami, mungkin disaat terlambat datangnya sang suami mudah untuk mencari dan menjemputnya. Akan tetapi ada sebagian wanita aneh yang tidak senang kalau ditemani oleh suaminya. Merasa terbebani dengan izin ini karena memang dia biasa menjadi wanita liar.

Bagi wanita shalihah izin suami adalah sebuah penghargaan bagi wanita. Karena di balik izin ini adalah kewajiban bagi suami untuk melindungi dan mengayomi seorang istri. Wallahu a’lam bish-shawab

ISTINJA’ DENGAN AIR

ISTINJA’ DENGAN AIR

ISTINJA’ DENGAN AIR

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya, Al Faqir mohon petunjuk mengenai Istinja’ apakah sah hanya dengan mengguyur dengan air saja sebanyakbanyaknya, ataukah harus menggunakan tangan atau alat lainnya untuk beristinja’?

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Di dalam mazhab Syafi’i beristinja tidak harus digosok atau dipijat di tempat buang air tersebut. Akan tetapi yang wajib adalah terbuktinya kebersihan di tempat tersebut. Maka jika anda menduga tidak bisa bersih hanya dengan diguyur maka menggosok dengan tangan atau dengan yang lainnya adalah menjadi wajib. Jika tidak bersih maka menjadi tidak suci. Wallahu a’lam bish-shawab.

AGAR SHALAT MENJADI NIKMAT

AGAR SHALAT MENJADI NIKMAT

AGAR SHALAT MENJADI NIKMAT

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya Yahya yang terhormat, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan: Adakah sebuah metode dari Buya, atau wirid yang harus saya baca agar bagaimana caranya kalau shalat itu menjadi sebuah kenikmatan? Demikian untuk sarannya kami tunggu sekali.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Untuk mendapatkan kenikmatan dalam ibadah khususnya dalam shalat. Imam Al Haddad dalam Kitab Risalatul Mu’awanah menjelaskan: Untuk mencapai kenikmatan dalam shalat adalah dengan terus berusaha khusyuk dalam shalat, berlatih menyadari kalau dirinya di hadapan Allah. Sebagian para kekasih Allah menemukan kenikmatan setelah berjuang selama 20 tahun.

Adapun wirid yang harus dibaca, wirid apa saja yang benar dari Rasulullah seperti Ratibul Haddad, atau memperbanyak membaca laailaaha illallah dengan khusyuk atau membaca shalawat sebanyak-banyaknya dengan khusyuk, nanti pada akhirnya akan merasakan kenikmatan saat beribadah. Wallahu a’lam bish-shawab.

KEWAJIBAN SEORANG ISTERI TERHADAP SUAMI

KEWAJIBAN SEORANG ISTERI TERHADAP SUAMI

*KEWAJIBAN SEORANG ISTERI TERHADAP SUAMI*

Pertanyaan:
Saya ingin mempertanyakan seperti apa cara memperlakukan seorang suami yang wajib dilakukan oleh seorang istri dalam ajaran Islam?

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Pertanyaannya ringkas akan tetapi jawabannya adalah sangat panjang. Ringkasnya:
1. Patuh dalam segala hal, asalkan bukan dalam hal yang diharamkan oleh Allah SWT.
2. Harus punya misi menghibur dan menyenangkan seorang suami.
3. Menjaga kehormatan/amanat seorang suami.
4. Pandai mensyukuri segala kebaikan sang suami dan yang
5. Bersabar atas segala kekurangan sang suami.
Wallahu a’lam bish-shawab

SUAMI TIDAK MEMBERI IJIN MENGAMBIL PEMBANTU RUMAH TANGGA

SUAMI TIDAK MEMBERI IJIN MENGAMBIL PEMBANTU RUMAH TANGGA

SUAMI TIDAK MEMBERI IJIN MENGAMBIL PEMBANTU RUMAH TANGGA

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya, saya seorang ibu rumah tangga, saya bekerja membantu suami untuk membantu kebutuhan sehari-hari. Saya bekerja berangkat pagi pulang sore, rumah saya tidak ada yang membersihkan, saya ingin menyuruh orang membersihkan rumah saya upahnya dengan hasil kerja saya sendiri, bukan hasil kerja suami saya, tetapi suami saya tidak mengijinkan. Jika saya memaksa bagaimana menurut agama? Saya mohon penjelasannya. TerimaKasih.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Saudariku yang dimuliakan Allah, apa yang anda inginkan untuk mendapatkan pembantu yang bisa meringankan tugas anda bukanlah sesuatu yang salah. Apalagi dengan niat anda untuk menggaji pembantu tersebut dari uang anda sendiri.

Begitu juga di saat sang suami menolak mendatangkan pembantu barang kali ada pertimbangan lain yang anda tidak mengetahuinya. Maka berusahalah untuk senantiasa membuat komunikasi dengan suami untuk sampai kepada suatu kesepakatan. Sebab tanpa kesepakatan amat susah untuk menemukan keserasian dalam hidup kebersamaan.

Hal lain yang perlu dicermati adalah mungkin sekali suami anda menolak seorang pembantu karena demi kemuliaan rumah tangga. Jika harus mendatangkan pembantu dan dia wanita, maka pembantu yang bukan mahrom dengan suami anda tentunya ada batasan-batasan di dalam berinteraksi yang harus dipatuhi termasuk menghindari terjadinya berduaan di rumah atau khawatir adanya aurat yang tidak diperhatikan yang itu semua hanya menghadirkan dosa di dalam rumah tangga.

Jika anda ingin mendatangkan pembantu kami himbau untuk memperhatikan berikut ini:
1. Sejauh mana kebutuhan anda terhadap seorang pembantu.
2. Terjaganya kehormatan di dalam rumah tangga anda karena seorang pembantu pasti lawan jenis anda atau lawan jenis suami anda.
3. Pembantu adalah amanat, yaitu sebagai hamba yang menjadi tanggung jawab anda. Jika 1 kali saja ia tidak shalat maka ada dosa yang akan dibebankan kepada anda di akhirat nanti. Wallahu a’lam bish-shawab.

 

HUKUM IBU SUSUAN YANG MENYUSUI ANAK NON MUSLIM

HUKUM IBU SUSUAN YANG MENYUSUI ANAK NON MUSLIM

HUKUM IBU SUSUAN YANG MENYUSUI ANAK NON MUSLIM

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya Yahya, saya mau nanya bagaimana hukumnya ibu susuan (muslimah) dari anak orang non Muslim ?

Kasus yang terjadi gini, “Ada seorang ibu yang menawarkan menjadi ibu susuan kepada temannya yang non muslim, karena alasannya susu si ibu dari orang non muslim ini tidak keluar lagi dengan umur anak bayi tersebut kurang lebih masih 2 bulan.” Apakah tidak boleh? Bagaimana hukumnya ya Buya? Mohon penjelasannya.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Seseorang dianggap sebagai ibu susuan jika memenui 3 syarat:

  1. Telah menyusui tidak kurang dari 5 susuan yang setiap susuan mengenyangkan bayi.
  2. Bayi berumur di bawah 2 tahun, maksimal 2 tahun hijriyah.
  3. Susu keluar dari ibu yang masih hidup biarpun diminumnya setelah meninggalnya.

Adapun keadaan yang disusui itu anak orang muslim atau anak orang kafir itu tidak ada beda. Artinya asal 3 syarat tersebut terpenuhi maka anak tersebut dianggap sebagai anak susuan.

Adapun masalah boleh tidaknya menyusui anaknya orang kafir. Anaknya orang kafir tidak punya dosa selagi 150 ia perlu bantuan boleh bagi siapapun untuk membantunya termasuk bantuan menyusui. Dengan terpenuhinya 3 syarat tersebut maka sang bayi menjadi anak sususan dari ibu yang menyusui. Wallahu a’lam bish-shawab.

ANAK HARAM DALAM ISLAM

ANAK HARAM DALAM ISLAM

*ANAK HARAM DALAM ISLAM*

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya, Saya mau Tanya. Apakah dalam Islam ada yang dinamakan anak haram?

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Yang dimaksud anak haram di masyarakat kita adalah anak zina. Akan tetapi istilah anak haram itu adalah istilah yang merendahkan kepada anak tersebut. Di dalam Islam tidak ada anak haram, yang haram adalah pekerjaan ibunya. Anak hasil zina tidak punya dosa, yang berdosa adalah ibunya, ia bersih dan kelak jika dewasa bisa menjadi kekasih Allah jika benar dalam pendidikanya.

Awas jangan tertipu dengan hadits palsu bahwa “anak zina tidak bisa masuk surga”. Itu adalah hadits palsu dan bohong yang sering di bawa oleh para penceramah. Jangan sampai kesalahan sang ibu kita tempelkan pada sang anak. Hal ini adalah kedzhaliman yang amat besar. Bahkan sebaliknya semestinya kita harus bisa menutupi dosa ibunya agar tidak diketahui sang anak.

Di sisi lain kita harus menolong sang ibu yang telah berzina agar tidak terus terjerumus dalam dosa zina. Kita wajib menutupi dosanya dari pandangan masyarakat agar jiwanya tidak putus asa karena dosanya telah ketahui banyak orang.

Ajarilah orang yang pernah terjerumus dalam zina untuk bisa menutupi aibnya tersebut agar tidak diketahui masyarakat. Ciri dosa zina yang diampuni adalah ketika sang pezina bisa menutupi dari pandangan masyarakat. Cukuplah baginya untuk mengadu dan bertaubat kepada Allah.

Kita yang selamat dari zina jangan sampai terjerumus dalam menggunjing orang berzina sebab menggunjing itu sendiri lebih besar dosanya dari zina itu sendiri. Wallahu a’lam bish-shawab.

HUKUM MEMUKUL ISTERI YANG MELANGGAR (NUSYUZ)

HUKUM MEMUKUL ISTERI YANG MELANGGAR (NUSYUZ)

HUKUM MEMUKUL ISTERI YANG MELANGGAR (NUSYUZ)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya Yahya yang saya hormati, saya adalah seorang suami perhatian kepada keluarga, akan tetapi saya memiliki seorang istri yang termasuk istri yang kurang taat kepada suami, apabila saya menyuruhnya untuk tetap diam di rumah selama saya kerja, akan tetapi dia malah keluar dengan mengajak anak saya, berkali-kali saya memberitahu dia akan tetapi dia tetap tidak mau mendengarkan, yang saya tanyakan apakah saya boleh memukul dirinya hanya untuk sekedar memperingatkan? Apakah itu tidak melanggar HAM? Sekian dari saya, terimakasih.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Seorang suami berkewajiban untuk mengayomi keluarganya termasuk di dalamnya adalah istrinya. Di dalam mengayomi ini harus ada rambu-rambu yang harus dipatuhi oleh yang diayomi. Maka dari itu di sisi lain, Islam mewajibkan seorang istri untuk patuh kepada aturan dan perintah suami selagi tidak melanggar Allah SWT dan istri mampu melaksanakannya. Artinya, sesuatu yang mubah sekalipun akan menjadi wajib jika suami yang memerintahkan dan bagi sang istri wajib mematuhinya.

Seorang istri yang tidak patuh kepada suami disebut wanita nasyizah (nusyuz) atau melanggar dan bermaksiat kepada suami). Kecuali jika perintah suami tersebut adalah sesuatu yang haram atau sang istri tak mampu melaksanakan karena suatu hal maka di saat itu seorang istri tidaklah disebut sebagai wanita yang nusyuz.

Dalam kasus yang ditanyakan, orang pertama yang harus koreksi adalah anda sebagai suami. Saat anda melarang istri anda apakah larangan anda ini adalah wajar atau berlebihan? Jika larangan anda tidak wajar, misalnya karena kesibukan anda berlebihan sampai-sampai anda tidak punya kesempatan untuk rileks dan nyantai bersama anak istri di luar rumah maka larangan anda berlebihan karena istri anda dan anak-anak anda adalah juga manusia normal yang sesaat ingin merasakan suasana di luar rumah.

Jika seperti ini kasusnya maka kesalahan-kesalahan ada pada diri anda bukan ada pada istri anda. Akan tetapi jika larangan anda itu wajar dan anda telah memberikan hak istri dan anak-anak anda untuk membuat suasana baru di luar rumah kemudian istri anda ternyata masih melanggar dan masih sering keluar rumah tanpa seizin anda maka dia benar-benar wanita yang melanggar suami (nasyizah) yang harus diberi pendidikan.

Pendidikan yang pertama adalah anda menasehatinya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang dengan mengambil waktu yang tepat dan suasana yang tepat. Dalam hal ini anda jangan buru-buru melibatkan orang lain.

Kedua, jika nasehat anda pun tidak didengar maka tunjukkanlah marah anda dengan meninggalkan dia dari tempat tidurnya dalam beberapa waktu yang secukupnya. Jika ternyata dalam waktu yang anda rencanakan dan anda tentukan belum juga 66 sadar, ambil langkah ketiga. Yaitu anda boleh pukul dia dengan pukulan yang tidak membahayakan sebagai peringatan keras dari anda.

Memukul disini adalah tidak bertentangan dengan HAM karena ini adalah ajaran Allah dan ajaran yang sesuai dengan HAM hanya ajaran Allah. Hanya yang perlu dicermati adalah memukul di sini bukanlah memukul di bagian wajah yang membekas atau memukul dengan kepalan tangan yang keras yang menyakitkan, akan tetapi memukul di sini adalah hanya pukulan peringatan yang sangat-sangat ringan dan tidak menyakitkan.

Dicontohkan oleh para ulama, pukulan disini dengan kayu siwak, bukan tongkat. Jika hal ini pun masih belum bisa menjadikan dia patuh maka baru saat ini anda melibatkan orang lain sebagai penengah yang sekiranya omongannya bakal didengar oleh istri anda.

Jika prosedur ini anda patuhi secara berurutan maka anda tidaklah dzalim, begitu sebaliknya jika anda tidak memenuhi prosedur tersebut dan anda langsung memukulnya maka anda telah dzalim apa lagi dengam pukulan yang menyakitkan. Semoga Allah memberikan kebahagiaan dalam rumah tangga anda di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam bish-shawab