AGAR SELALU DICINTAI SUAMI

AGAR SELALU DICINTAI SUAMI

AGAR SELALU DICINTAI SUAMI

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya Yahya yang terhormat dan semoga selalu dirahmati oleh Allah SWT, saya ingin bertanya kepada Buya. Bagaimanakah agar selalu dicintai oleh suami, sehingga suami kita tidak berpaling kepada orang lain dan selalu cinta kepada saya? Demikian pertanyaan saya semoga dapat dibantu, terimakasih.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Pertama dan yang paling utama harus anda sadari adalah cintailah suamimu karena Allah. Kemudian anda harus juga sadari bahwa cinta itu tentu ada sebab-sebabnya dan sebab cinta adalah nilai kebaikan baik lahir atau bathin. Kalau anda ingin dicintai oleh suami, tentu anda harus membuat sebab-sebab tersebut.

Mungkin secara fisik kecantikan anda tidak bisa dirubah lagi, akan tetapi anda bisa dengan modal fisik yang anda miliki bisa anda sempurnakan dengan memperbaiki perawatan terhadap kadar kecantikan anda. Misalnya agar anda tidak jorok, biasakan senantiasa bersih dan lebih banyak berdandan untuk suami.

Lalu anda tambahkan kecantikan perilaku anda, mulai dari tutur kata yang anda kontrol untuk bisa menyenangkan suami dan tidak menyakitinya, berlaku yang lembut bukan seenaknya.

Anda tingkatkan pengabdian anda, perhatian dengan apa yang disenangi suami dan apa yang diperintahkannya. Cintai dan berperilakulah yang baik pada keluarga suami.

Jangan banyak menuntut karena menuntut adalah upaya menunjukan kekurangan orang yang dituntut, dan hal ini menodai cinta.

Setelah ini semua, lakukan semua yang tersebut diatas karena Allah dengan penuh keikhlasan, kemudian memohonlah kepada Allah SWT maka setelah itu Allah akan menitipkan cinta di hati suami anda untuk anda. Wallahu a’lam bish-shawab.

——————————————-
Dapatkan kumpulan tanya jawab bersama Buya Yahya dalam buku :
Buya Yahya Menjawab
Informasi : 082127812592
——————————————-
Sampaikan kepada yang lain, Rosulullah Saw bersabda yang artinya :
“Barang siapa yg menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya” (HR. Imam Muslim)